65. PERUMPAMAAN TENTANG ORANG YANG BERHUTANG 500 DINAR DAN 50 DINAR
“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?”
Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.”
Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.” (Lukas 7:41-43)

Kisah itu dimulai ketika Yesus memenuhi undangan Simon, orang Farisi, untuk datang makan di rumahnya.
Selagi Yesus bercakap-cakap dengan Simon, tiba-tiba datanglah seorang perempuan yang dikenal sebagai perempuan berdosa.
Anehnya perempuan itu duduk di kaki Yesus, sambil menangis.
—o0o—
Agak sulit bagi saya membayangkan tentang perempuan yang menangis itu.
Kita mulai dengan logika yang sederhana.
Kan lebih mudah ia membawa sebuah ember dari rumahnya lalu meminta air kepada salah seorang hamba Simon dibandingkan ia harus menangis.
Tetapi perempuan itu memilih menangis.
Pertanyaan lainnya, “Berapa banyak air mata yang dikeluarkan untuk membasuh kaki Yesus yang berdebu?”
“Apakah cukup setetes air mata?”
“Dua tetes?”
“Tiga tetes?”
“Sepuluh tetes?”
“Atau dua puluh tetes atau lebih?”
“Itu pun baru kaki kanan saja, bagaimana dengan kaki kiri-Nya?”
Membahas tentang air mata untuk membasuh kaki Yesus yang berdebu tidak bisa pakai logika.
“Mengapa?”
Karena ini berbicara tentang kasih sebagai respons terhadap anugerah yang diterimanya.
Ya, itulah respons seorang yang berhutang besar lalu menerima pembebasan hutang.
Berarti bukan tentang kaki Yesus yang berdebu, tetapi tentang rasa syukur yang tidak bisa berhenti atas anugerah yang diterimanya.
—o0o—
Yesus menjelaskan kebenaran tentang anugerah kepada Simon.
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih. (Lukas 7:47)
Orang yang dosanya sedikit, ia sedikit juga berbuat kasih, tetapi orang yang dosanya banyak akan banyak berbuat kasih.
“Mengapa hal itu terjadi?”
Karena orang yang dosanya banyak lebih mudah memahami tentang anugerah, bahkan pengertian tentang anugerah bertambah dan bertumbuh dalam hatinya.
“Kalau bukan karena anugerah, mana mungkin aku dapat melunaskan hutangku yang besar itu,” katanya sambil mengucap syukur.
Ia tahu kalau hutangnya yang banyak itu tidak mungkin dapat ia lunasi, dan ketika ia dibebaskan dari semua hutangnya, ia akan sangat berterima kasih, dan ia akan banyak berbuat kasih.
SEANDAINYA ‘SI 500 DINAR’ MENGADAKAN PESTA SEPERTI SIMON, ‘SI 50 DINAR’
“Apa yang dilakukan ‘Si 500 dinar’ kalau ia mengadakan pesta seperti di rumah Simon ‘Si 50 dinar’?”
Dan Yesus hadir.
Dan orang-orang berdatangan sehingga rumah ‘Si 500 dinar’ penuh sesak dengan tamu undangan.
Tiba-tiba ada beberapa orang datang dan menangis seperti ‘Si 500 dinar’ lakukan, dan orang-orang yang menangis itu memakai air matanya untuk membasuh kaki Yesus yang berdebu.
Setelah itu, mereka mengelap kaki Yesus dengan rambutnya persis seperti yang dilakukannya.
Pertanyaan pertama, “Apakah ‘Si 500 dinar’ merasa terganggu seperti ‘Si 50 dinar’?”
Tidak!
Saya percaya, ‘Si 500 dinar’ itu akan turut menangis.
“Mengapa?”
Karena yang datang kepada Yesus itu adalah ‘Si 600 dinar’, ‘Si 1000 dinar’, ‘Si 5000 dinar’ dan masih mengantri orang yang berhutang banyak supaya bisa turut membasahi kaki Yesus dengan air mata mereka.
Dan Yesus pun tidak terganggu dengan orang-orang yang mengantri itu, karena mereka semua ingin berbuat kasih seperti yang dilakukan ‘Si 500 dinar’. ***
