44. JANGAN BIARKAN LUKA-LUKAMU MERUNTUHKAN MASA DEPANMU!

Buku Penuh Balutan Perban

Ada perbedaan besar antara ‘luka’ dan ‘bekas luka’.

Pertama kita akan membahas tentang ‘bekas luka’ dulu setelah itu membahas tentang ‘luka’.

Bekas luka adalah luka yang telah sembuh.

Orang yang mempunyai bekas luka itu menunjukkan kalau ia mengalami kasih karunia TUHAN yang menyembuhkan dan yang membantu untuk mengatasi rasa sakit dan kepedihan setelah mengalami luka itu.

—o0o—

Luka adalah luka yang belum sembuh, yang masih menganga, yang masih basah, dan yang belum terobati.

Dan yang lebih parahnya luka itu bisa menjadi luka yang tidak terobati.

Luka yang tidak terobati adalah luka yang dapat menghancurkan hidup kita.

Luka itu seperti membuka gerbang hidup kita dan musuh bisa masuk dengan mudah. Setelah musuh masuk melalui luka itu, biasanya musuh akan membuat benteng pertahanan dan mulai menggerogoti dari dalam.

KETIKA YESUS MELINTASI HIDUP PEREMPUAN SAMARIA

Ketika TUHAN Yesus mengetahui, bahwa orang-orang Farisi telah mendengar, bahwa Ia memperoleh dan membaptis murid lebih banyak dari pada Yohanes

– meskipun Yesus sendiri tidak membaptis, melainkan murid-murid-Nya, –

Ia pun meninggalkan Yudea dan kembali lagi ke Galilea.

Ia harus melintasi daerah Samaria. (Yohanes 4:1-4)

Hal yang paling menarik dari ayat di atas adalah ‘Ia harus melintasi daerah Samaria’.

Secara sekilas ayat itu terkesan biasa-biasa saja. Tetapi sebenarnya kalimat itu berisi hati Yesus untuk seorang perempuan Samaria.

Sekalipun perjalanan Yudea ke Galilea ada jalan pintas, tetapi Yesus tidak mau menempuh jalan pintas itu.

Yesus memilih jalan yang menjauh.

—o0o—

Pertanyaannya, “Untuk apa Yesus harus melintasi daerah Samaria?

Dari kisah itu, kita mengetahui bahwa Yesus menjumpai seorang perempuan.

Bukan seorang yang terhormat.

Bukan seorang yang saleh.

Bukan seorang yang super rohani, melainkan seorang perempuan berdosa.

Untuk apa Yesus menjumpai perempuan berdosa itu?

Untuk menyentuh hidupnya.

Untuk mengubah hidupnya.

Dan untuk memakai hidupnya.

Sebuah kebenaran yang TUHAN tanamkan di dalam hati saya, setiap kali TUHAN menyentuh kehidupan seseorang, maka kehidupan itu akan berubah dan menjadi kehidupan yang baru.

Tidak ada luka yang tidak terobati, tidak ada luka yang terpendam, dan tidak ada luka yang terkubur.

Karena Yesus akan menjamah luka itu maka yang terjadi adalah pemulihan dan kesembuhan.

—o0o—

Seandainya perempuan Samaria itu tidak bertemu Yesus maka seumur hidupnya berantakan, penuh balutan perban, dan diam di lorong panjang yang mengerikan.

Tetapi hal yang tidak pernah ia duga, Yesus melintasi hidupnya, hal itu membuatnya mengalami titik balik.

Sekalipun ia berada di titik kehancuran hidupnya, tetapi Yesus sanggup mengubahnya sehingga ia mengalami titik balik.

Sekalipun ada banyak luka, ia mengalami pemulihan dan kesembuhan.

—o0o—

Ada hal penting yang harus kita pelajari.

Yang pertama, jangan biarkan luka-lukamu meruntuhkan masa depanmu.

Semakin kita tersita oleh luka-luka kita, maka luka-luka itu akan mengendalikan kita.

Banyak orang terjebak sendirian dalam lorong luka selama bertahun-tahun, bahkan ada yang seumur hidup.

Rasa sakit yang pedih terasa berdenyut bersamaan dengan jantung kita.

Kekacauan, goncangan emosi yang parah, dan serangan panik menyebabkan kita rapuh.

Tidak berdaya untuk hidup kembali.

Tidak ada mempunyai kekuatan untuk menata kehidupan lagi.

Tidak punya tawa terbahak-bahak lagi.

Yang ada hanyalah tawa yang hambar.

Yang ada seperti orang bego yang nge-blank, yang bengong, dan yang hilang konsentrasi.

Dan yang ada hanya pura-pura baik saja kalau di depan orang.

—o0o—

Yang kedua, iblis telah mengikat begitu banyak orang hanya karena mereka tidak bersedia mengampuni.

Hal yang harus ditanamkan dalam hati kita adalah banyak umat TUHAN telah menjadi tawanan karena mereka mengalami banyak peristiwa yang menyakitkan dan menyedihkan sehingga mereka mengalami penuh balutan perban.

Para tawanan ini harus menyadari bahwa kebebasan mereka terletak pada pilihan mereka untuk mengampuni.

Strategi musuh berupaya untuk mendekatkan kita kepada ketidakmampuan kita untuk mengampuni.

Iblis membuat kita lelah dan tidak berdaya sehingga tidak mampu untuk melakukan kebenaran.

Tetapi Anda harus mengetahui bahwa TUHAN tidak meminta Anda untuk melakukannya sendirian.

Lalu apa yang TUHAN minta?

TUHAN meminta supaya kita membuat pilihan.

Sekarang ini, kita harus mencari TUHAN dalam doa supaya TUHAN menyingkapkan kegagalan dan kesalahan tersembunyi kita.

—o0o—

Yang ketiga, berjalan dalam pengampunan.

Berjalan dalam pengampunan ini merupakan hal penting dalam kekristenan.

Barangsiapa yang berjalan dalam pengampunan, ia akan membiarkan rasa sakit hatinya pergi.

Barangsiapa yang berjalan dalam pengampunan akan terhindar dari rasa sakit masa lalu, dan menjalani kehidupan yang dipersiapkan TUHAN baginya.

Hidupnya yang penuh balutan perban akan dipulihkan dan disembuhhkan, dan hidupnya menjadi kehidupan yang mengeluarkan pengurapan yang memulihkan dan yang menyembuhkan banyak orang.

Dan barangsiapa yang berjalan dalam pengampunan akan membuat Roh Kudus mengalir tanpa rintangan dari hati dan hidupnya kepada banyak orang.

Artikel ini diambil dari buku ‘PENUH BALUTAN PERBAN’. ***