50. PEMISAHAN KEDUA ANTARA ORANG-ORANG YANG MENGISI ‘BULI-BULI’ HATI MEREKA DENGAN ‘PELAYANAN YANG MENGELUARKAN MINYAK’ DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGABAIKAN MINYAK

Perumpamaan tentang ‘Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh’ ini berbicara tentang pemisahan antara mereka yang mengutamakan minyak dan yang mengabaikan minyak.

Siapkan Minyak Untuk Pelitamu

Gadis-gadis yang tidak membawa buli-buli berisi minyak menduga kedatangan mempelai pria tidak akan lama, sehingga mereka tidak perlu membawa minyak cadangan.

Mengapa?

Sebab merepotkan kalau membawa buli-buli berisi minyak.

Tetapi yang tidak pernah mereka perkirakan, ketika mempelai pria tidak kunjung datang, pelita mereka mulai padam, karena kehabisan minyak.

Dan yang paling menegangkan adalah pelita mereka padam pada saat mempelai pria datang.

Itu artinya, mereka kehabisan minyak pada saat yang penting.

Pada saat itulah mereka baru mengerti bahwa yang mereka utamakan, ternyata bukan yang utama, dan yang mereka sepelekan, ternyata merupakan hal yang utama.

—o0o—

Apa yang mereka utamakan ternyata bukan yang utama?

Saya membayangkan gadis-gadis itu hanya berkumpul, lalu bersenda gurau, selfie, dan berfoto genit bareng. Mereka lebih mengutamakan penampilan mereka, baik make up dan model rambutnya, serta gaun pesta yang mereka kenakan. Juga mereka mengutamakan keindahan bentuk pelita, sampai-sampai mereka menyepelekan minyak.

Menyepelekan minyak berarti tidak menganggap minyak sebagai suatu hal yang berharga dan penting. Karena itu, mereka beranggapan tidak perlu membawa minyak cadangan.

Karena minyak itu tidak terlihat, maka kebanyakan orang lebih mengutamakan pelita dibandingkan mengutamakan minyak.

—o0o—

Tidak, kami tidak menyepelekan minyak! Kami memeriksa pelita kami beserta minyaknya!” jawab gadis-gadis itu, “pelita kami berisi penuh minyak.

Tetapi kalian tidak membawa buli-buli berisi minyak cadangan khan?

Iya!

Karena cukuplah dengan pelita kami yang penuh minyak ini, kami anggap tidak perlulah membawa buli-buli berisi minyak cadangan lagi karena itu terlalu merepotkan!

SEHARUSNYA GEREJA-NYA MENGUTAMAKAN ‘BULI-BULI’ HATI MEREKA SUPAYA TERISI PENUH DENGAN ‘PELAYANAN YANG MENGELUARKAN MINYAK’

Sekarang ini, seharusnya gereja-Nya mengutamakan ‘buli-buli’ hati mereka supaya terisi penuh dengan ‘pelayanan yang mengeluarkan minyak’, tetapi tampaknya banyak gereja lebih tertarik dengan penampilan ‘keindahan bentuk pelita’ mereka.

Karena itu, kita melihat begitu banyak gereja yang malah menyibukkan diri dengan program dan acara. Seolah-olah tanpa program dan acara, gereja akan lumpuh dan ditinggalkan jemaat yang mereka layani, dan jemaat pindah ke gereja sebelah.

Karena lebih mengutamakan program dan acara, mau tak mau, banyak pemimpin pelayanan yang menyulap panggung mereka dengan banyak pernak-pernik yang akan menyempurnakan performance mereka.

Tetapi hal ini menyebabkan hilangnya kehadiran Roh Kudus!

Mengapa?

Karena banyak gereja tidak lagi bergantung kepada-Nya.

KARENA TIDAK LAGI MENGALAMI KEHADIRAN-NYA, MAKA BANYAK HATI YANG TIDAK DIMINYAKI-NYA

Banyak pemimpin pelayanan yang pusing kalau pembicara yang mereka undang tidak kunjung datang karena terjebak macet dalam perjalanan menuju gedung ibadah mereka. Tetapi ketidakhadiran Roh Kudus di tengah-tengah mereka, tidak mereka permasalahkan.

Karena itu, banyak gereja yang miskin kehadiran-Nya.

Kehadiran Roh Kudus itu penting.

Mengapa?

Dengan kehadiran-Nya, maka akan terjadi perubahan dan pengubahan hati jemaat. Hal itu dimulai dari para pemimpin pelayanan yang memberi ruang kepada-Nya untuk beracara dan berbicara di dalam hati mereka. Setelah itu, kehadiran-Nya akan beracara dan berbicara di hati jemaat. Tetapi karena tidak mengalami kehadiran-Nya, maka banyak hati yang tidak diminyaki-Nya.

Akibatnya, banyak gereja yang kering, hambar, kosong dan berdebu.

BANYAK KONDISI ROHANI GEREJA YANG COMPANG-CAMPING KARENA BANYAKNYA KONFLIK

Sekarang ini, ada gereja yang compang-camping secara rohani, karena tercabik-cabik.

Apa penyebabnya?

Konflik dan persaingan antar para pemimpin dan antar jemaat.

Ketika konflik dan persaingan terjadi, hal itu pasti merusak kesatuan Roh.

Ketika kesatuan Roh rusak, yang sangat disayangkan adalah Roh Kudus tidak akan betah tinggal di tengah-tengah gereja itu. Dan kalau Roh Kudus tidak betah, maka kemungkinan besar gereja itu akan berjalan sendiri, tanpa pimpinan-Nya.

Ujungnya, Roh Kudus akan meninggalkan mereka.

JANGAN SAMPAI ADA NODA DARAH YANG DISEMBUNYIKAN DI BAWAH KARPET GEREJA!

Hal yang pasti terjadi ketika konflik dan persaingan berkecamuk dalam gereja, yaitu terjadi noda darah yang disembunyikan di bawah karpet gereja.

Hal ini menyedihkan.

Mengapa?

Karena gereja itu akan mengarah kepada kematian secara rohani.

Kalau hal itu terjadi, sekalipun gereja menampilkan ‘keindahan bentuk pelita’ yang keren dan mentereng di mata manusia, tapi kalau Roh Kudus tidak hadir, atau gereja itu miskin kehadiran-Nya, maka gereja itu akan miskin kebenaran (yang berasal dari-Nya, bukan kebenaran yang merupakan buah hikmat manusia), dan miskin direction and correction by The Holy Spirit.

—o0o—

Sekarang ini, karena persaingan antar gereja, maka banyak gereja yang terseret arus untuk berlomba dalam merombak panggung gereja sebagai bentuk mengejar ‘keindahan bentuk pelita’.

Akibatnya, hanya sedikit aktivis pelayanan yang mempunyai perjalanan hati di hadapan TUHAN. Dan lebih minim lagi yang kaya dalam didikan dan mengalami moment ilahi secara pribadi yang mengubahkan.

—o0o—

Karena banyak gereja mengutamakan ‘keindahan bentuk pelita’, maka hal yang menyedihkan terjadi.

Apa?

Gereja tidak lagi menjadi bait-Nya!

Mengapa?

Karena orang-orang pelayanan itu tidak mengerjakan pelayanan yang mengeluarkan minyak.

—o0o—

Di saat yang penting dan genting ini, mau tak mau, gadis-gadis yang tidak membawa buli-buli berisi minyak harus pergi meninggalkan tempat yang sudah ditetapkan untuk mencari penjual minyak dan membeli minyak supaya pelita mereka tidak padam. Tetapi waktunya tidak cukup.

Dan hal yang mengerikan terjadi terhadap mereka, yaitu mereka tidak dapat masuk ke ruang pesta karena pintu ruangan pesta telah ditutup dari dalam.

—o0o—

Di saat-saat yang menentukan ini, pergunakanlah waktu yang tersisa sedikit ini untuk mengisi ‘buli-buli’ hati Anda.

Melayanilah dengan kesungguhan hati.

Melayanilah dengan kemurnian, ketulusan dan pengabdian di hadapan-Nya.

Fokuslah ke minyak, dan persiapkan minyak cadangan.

Dan melayanilah dengan mengutamakan apa yang berkenan di hadapan-Nya, supaya pelita Anda tidak padam.

JANGAN MEMBANDING-BANDINGKAN PELAYANAN ANDA DENGAN PELAYANAN ORANG LAIN

Hal yang TUHAN tetapkan dalam kehidupan kita adalah TUHAN yang mengatur porsi kita masing-masing.

Karena TUHAN yang menetapkan porsi kita masing-masing, maka janganlah kita membanding-bandingkan pelayanan Anda dengan pelayanan orang lain.

Mengapa?

Karena setiap kita harus mempertanggungjawabkan pelayanan kita masing-masing kepada TUHAN. TUHAN sendiri yang menilai motivasi dan niat hati kita dalam melayani, juga yang mengamat-amati cara hati kita bergerak dalam melayani-Nya. ***

Artikel ini diambil dari buku ‘Siapkan Minyak untuk Pelitamu!’