9. FONDASI KEBENARAN ‘KARENA IA TAHU JALAN HIDUPKU’

BUKU KEGELAPAN ROHANI

FONDASI KEBENARAN ‘KARENA IA TAHU JALAN HIDUPKU’. Alkitab menuliskan tentang Ayub itu dari bobot hidupnya.

Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. (Ayub 1:1)

Setelah itu, kita melihat kehidupan Ayub mengalami goncangan hebat yang menghempaskannya ke atas debu.
Semua kekayaan yang dimilikinya lenyap dalam sekejab. Hal itu mengubah Ayub dari seorang yang paling kaya menjadi yang paling miskin. Tetapi hal yang paling menarik, dari puing-puing reruntuhannya, penyembahan Ayub tetap mengalirkan keikhlasan kemudian naik ke hadapan TUHAN dan menyukakan hati-Nya.

Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (Ayub 1:21)

Tidak ada complain, tidak ada kemarahan, tidak ada keputus-asaan, dan tidak ada persungutan terhadap-Nya. Dan tidak ada penyesalan di dalam hatinya karena menyembah TUHAN sekalipun ia kehilangan semua yang dimilikinya.

—o0o—

Sekalipun begitu, usaha Ayub mencari TUHAN tidak selalu mulus.

Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. (Ayub 23:8-9)

Usaha mencari TUHAN, namun Ayub tidak menemukan-Nya. Sekalipun ia berjalan ke timur, ke barat, ke utara dan ke selatan, Ayub tidak menemukan-Nya. Kebanyakan umat TUHAN ketika hal itu terjadi akan meragukan kasih-Nya, akan complain, akan semakin putus asa, dan akhirnya pergi meninggalkan-Nya. Tetapi apa respon hati Ayub dalam kondisi seperti itu?

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang.
Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. (Ayub 23:10-12)

Sekalipun Ayub tidak menemukan TUHAN, kebenaran yang tertanam di dalam hatinya menjadi fondasi kebenaran yang membuatnya mampu melewati semua itu dengan respon hati yang benar dan tepat di hadapan-Nya. Kebenaran yang tertanam di dalam hatinya adalah ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’.

Kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ ini yang membuat Ayub tetap mengalirkan penyembahan yang penuh dengan keikhlasan di antara puing-puing reruntuhan dan di antara kebangkrutannya. Kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ yang membawanya kepada proses yang mengujinya yang menghasilkan Ayub timbul seperti emas. Semua kotoran dari hati dan hidupnya terlepas dan terbuang, sehingga memunculkan bobot kemurniannya di hadapan TUHAN.

Kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ ini yang membawa Ayub kepada kakinya yang tetap mengikuti jejak-Nya, akan membuatnya tetap menuruti jalan-Nya, dan tidak menyimpang. Dan kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ ini yang membawanya kepada perintah dari bibir-Nya tidak dilanggar, dalam sanubarinya disimpan ucapan mulut-Nya.

—o0o—

Dalam Perjanjian Baru, kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ adalah yang tertulis di Roma 8:28.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. (Roma 8:28)

Kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ yang membuat kita mengerti bahwa TUHAN turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

—o0o—

Kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ merupakan kebenaran fondasi bagi umat TUHAN untuk melewati semua peristiwa yang diizinkan terjadi dalam kehidupan kita.

Tanpa kebenaran ‘Ketika Ia tahu jalan hidupku’ sebagai fondasi, maka kita tidak akan mengeluarkan respon hati yang benar dan tepat terhadap peristiwa-peristiwa yang diizinkan terjadi dalam kehidupan kita. Dan tanpa kebenaran ‘Ketika Ia tahu jalan hidupku’ sebagai fondasi, maka hati kita tidak akan mengeluarkan penyembahan yang mengalirkan keikhlasan di antara puing-puing peristiwa yang kita hadapi.

—o0o—

Kita lihat kehidupan Yusuf yang telah melewati proses kehidupan yang menguliti kesombongan dan keegoisannya.
Hasil dari proses-Nya itu menjadikan Yusuf seorang dengan kualitas dan kapasitas yang baru, dan kita temukan kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ juga menjadi kebenaran fondasi baginya.

Tetapi Yusuf berkata mereka: “Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah?

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi Sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.”
Demikianlah ia menghiburkan mereka dan menenangkan hati mereka dengan perkataannya. (Kejadian 50:19-21)

Saya perhatikan, setiap umat TUHAN yang mempunyai kebenaran ‘Ketika Ia tahu jalan hidupku’ sebagai fondasi kehidupan mereka, maka mereka mempunyai wawasan dan pengertian rohani yang membuat mereka bisa melewati semua peristiwa yang terjadi dalam kehidupannya.

Mereka mengalami ‘segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia’ dan mereka memahami perjalanan proses yang membawa mereka kepada penggenapan rencana TUHAN.

Mereka mengenali Tangan Penjunan yang membentuk hati dan hidup mereka sehingga muncul karakter baru. Dan karakter baru itulah yang membawa mereka kepada penggenapan rencana-Nya.

Mereka bertumbuh dalam kasih karunia dalam setiap proses-Nya, dan tidak menyimpang langkah-langkah kaki mereka sampai mereka selesai dari proses-Nya.

—o0o—

Di hari-hari terakhir ini, TUHAN menginginkan yang muncul dari hati kita adalah penyembahan yang mengalirkan keikhlasan dari banyak peristiwa yang kita hadapi, termasuk ketika kita berada di antara puing-puing kehidupan yang mencucurkan air mata.

Biarlah setiap hati umat TUHAN tertanam kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ sebagai fondasi yang membuat kita sanggup berdiri dalam anugerah-Nya sebagai orang-orang yang menjadi rekan sekerja-Nya. Dan TUHAN disukakan oleh penyembahan yang mengalirkan keikhlasan yang keluar dari hati kita semua.

—o0o—

Sekarang ini, banyak gereja TUHAN yang tidak memiliki kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’, sehingga jemaat yang mereka layani mempunyai roh yang rapuh dan dangkal. Karena roh yang rapuh dan dangkal ini, menyebabkan banyak jemaat yang mudah kecewa, mudah meninggalkan TUHAN dan mudah murtad.

Seharusnya mereka yang mempunyai kebenaran ‘Karena Ia tahu jalan hidupku’ akan berjalan makin lama makin kuat hendak menghadap TUHAN di Sion (baca Mazmur 84:8).

Tetapi karena gereja yang mengidap ‘Kegelapan Rohani’, maka hal itu membuat mereka tidak mengetahui arah tujuannya (baca 1 Yohanes 2:11). Penyebabnya kegelapan yang telah membutakan mata mereka!

Artikel ini diambil dari buku ‘Kegelapan Rohani’. ***