8. PERBEDAAN ORANG YANG TINGGAL DALAM ‘KEGELAPAN ROHANI’ DAN ORANG YANG TINGGAL DALAM ‘TERANG KRISTUS’

PERBEDAAN ORANG YANG TINGGAL DALAM ‘KEGELAPAN ROHANI’ DAN ORANG YANG TINGGAL DALAM ‘TERANG KRISTUS’
Matius 7:1-5 akan menjadi ayat yang berbicara nyaring di hari-hari terakhir ini.
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Matius 7:1-5)
Karena ayat ini menunjukkan orang-orang yang tinggal dalam ‘kegelapan rohani’ dengan mereka yang tinggal dalam ‘terang Kristus’. Orang yang tinggal dalam ‘kegelapan rohani’ adalah orang-orang yang peka terhadap dosa dan kesalahan orang lain, namun sayangnya mereka tidak peka terhadap dosa dan kesalahan diri mereka sendiri di hadapan TUHAN.
Karena itu, banyak orang yang lebih suka mengurus dosa dan kesalahan orang seperti ‘selumbar’ (serpihan kayu) di mata orang lain, sehingga mereka mudah sekali menghakimi, mudah sekali mengata-ngatai orang lain tanpa mengerti seluk beluk masalahnya dan tidak memahami duduk masalahnya.
Semakin pekat ‘kegelapan rohani’ yang menguasai hati seseorang, akan semakin membawanya kepada kecemaran yang mengerikan. Dan kecemaran itu akan membawa gereja menjadi gereja yang mati.
“Mengapa?”
Karena gereja itu berlumuran kecemaran yang mengerikan. Gereja yang berlumuran kecemaran itu menunjukkan gereja tidak lagi mengalami jamahan dan tempelakan Roh Kudus.
—o0o—
Orang yang tinggal dalam ‘terang Kristus’ akan mengejar hati yang diminyaki dalam hadirat TUHAN.
Semakin ‘terang Kristus’ menguasai hidup seseorang, maka ia akan mengeluarkan ‘balok di matanya’, dan mengejar apa yang berkenan di hadapan TUHAN.
Dan hati dan hidup mereka tidak mau dicemari oleh orang-orang yang tinggal dalam ‘kegelapan rohani’ dan tidak mencemarkan diri mereka.
—o0o—
Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi.
Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela. (Wahyu 14:4-5)
Perhatikan Wahyu 14:4-5 di atas yang menunjukkan kualitas orang-orang yang mengkhususkan hati dan hidup mereka di hadapan TUHAN.
Kita menemukan beberapa kualitas rohani sebagai buah dari pengejaran orang-orang di mana ‘terang Kristus’ semakin menguasai hidupnya.
Yang pertama, ‘mereka murni sama seperti perawan’. Kualitas rohani ini tidak sulit untuk dipahami karena dikaitkan dengan kalimat ‘tidak mencemarkan dirinya’. Hal itu berarti mereka menjaga hati dan hidup mereka dari kecemaran dunia dan kecemaran penyembahan berhala.
Yang kedua, ‘mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi’.
Mereka tidak mengikuti ‘Singa Yehuda’, tetapi ‘Anak Domba’ yang berarti mengikuti Dia yang disembelih sebagai kehidupan yang dipersembahkan. Hal ini menunjukkan tentang kualitas yang mengikuti penderitaan bahkan sampai kepada maut.
Yang ketiga, ‘sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu’.
Hal ini menunjukkan sebuah kualitas sebagai persembahan yang hidup, bahkan persembahan yang hidup yang terunggul di antara banyak umat-Nya, dan hal itu berkenan di mata Bapa Surgawi dan juga di mana Anak Domba.
Hal berbicara tentang persembahan kehidupan yang berkenan, juga persembahan kematian yang berkenan di hati TUHAN.
Dan yang keempat, ‘di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.’
Ini berbicara tentang integritas penyembahan di hadapan TUHAN, yaitu kesalehan yang tidak bercela.
Bukan kesalehan agamawi atau kesalehan palsu.
—o0o—
Blog ini membidik kepada kondisi hati Anda, apakah kecenderungan hati Anda kepada kecemaran atau kepada kualitas yang mengejar kepada yang berkenan di hati TUHAN. Keputusan hati Anda yang menentukan arah!
Artikel ini diambil dari buku “KEGELAPAN ROHANI” ***