57. JANGAN MENJADI ORANG KRISTEN PERMUKAAN!
Kekristenan sejati itu bukan masalah pekerjaan pelayanan, melainkan pekerjaan hati. Bukan masalah aktivitas pelayanan, melainkan aktivitas hati.

Yang artinya, bukan tentang penampilan luar, bukan tentang yang terlihat di mata banyak orang, tetapi tentang yang dilihat oleh Bapa Surgawi yang berada di tempat tersembunyi.
—o0o—
Dalam perumpamaan tentang ‘Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh’ (baca: Matius 25:1-13), terlihat perbedaan yang serius.
Awalnya tidak kentara perbedaannya.
“Mengapa?”
Karena hampir secara keseluruhan semuanya sama.
Mulai dari gaun, make up, pelita yang berisi minyak, dan lain-lainnya, semuanya terlihat sempurna, dan mereka masuk ke ruang tunggu.
Tetapi semua yang terlihat sama itu ternyata berbeda ketika mempelai pria datang.
“Apa itu?”
Di antara gadis-gadis penyambut mempelai itu ada yang siap dan ada yang tidak siap.
Yang berarti ada yang serius menyiapkan minyak cadangan dan ada yang tidak menyiapkan minyak cadangan.
“Mengapa ada gadis-gadis yang tidak menyiapkan minyak cadangan?”
Karena mereka menganggap minyak dalam pelita sudah cukup memadai.
Yang menjadi masalah minyak dalam pelita tidak memadai.
Hal itu membuat mereka kehabisan minyak, dan kehabisan minyak itulah yang menjadi perbedaan.
Perbedaan itu yang menjadikan pemisahan.
Pemisahan inilah yang menunjukkan gadis-gadis yang mengutamakan minyak dan gadis-gadis yang mengabaikan minyak.
Gadis-gadis yang tidak membawa buli-buli berisi minyak cadangan itu disebut gadis-gadis bodoh.
Saya menyebutnya gadis-gadis bodoh itu: Orang Kristen Permukaan.
“Mengapa?”
Karena hanya mengutamakan sisi permukaan.
—o0o—
Kekristenan itu sebenarnya bukanlah sisi luar.
Kalau ada Orang Kristen yang dari sisi luarnya rohani, yang dari sisi luarnya rajin beribadah, dan yang dari sisi luarnya sebagai aktivis pelayanan, itu semua adalah permukaan saja.
Semua penampilan agamawi, semua jubah agamawi, dan semua ibadah agamawi hanya sisi luar dan sisi permukaan saja.
Hanya dilihat banyak orang, atau lebih tepatnya yang ditonjolkan dan dipamerkan kepada banyak orang.
Semua yang serba permukaan itu, tidak menunjukkan sisi dalam dan tidak menentukan kualitas yang sebenarnya di dalam.
“APA YANG YESUS KATAKAN TENTANG ORANG KRISTEN PERMUKAAN INI?”
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. (Matius 23:27)
Yesus menyebutnya seperti orang yang melabur putih kuburan.
KEKRISTENAN SEJATI ITU BUKAN MASALAH PENAMPILAN DI MATA BANYAK ORANG, TETAPI MASALAH HATI
Kekristenan sejati itu bukan masalah penampilan di pelayanan.
Bukan tentang yang dilihat banyak orang.
Bukan tentang tampak rohani dari sisi permukaannya, tetapi di bagian dalamnya masih berantakan, masih penuh luka, masih penuh kebencian, dan suka dengan gosip sehingga bertambah gelap bagian dalamnya.
Juga bukan tentang masalah skill panggung, bukan tentang masalah kemampuan berkotbah.
“Lalu tentang masalah apa?”
Masalah hati yang mau dibentuk TUHAN.
Masalah hati yang mau diterangi-Nya.
Dan masalah hati yang mau dipakai-Nya.
PERINGATAN SERIUS BAGI GEREJA-NYA
“Mengapa sekarang bermunculan Orang Kristen Permukaan?”
Karena banyak umat TUHAN menyangka kalau menjadi aktivis pelayanan sudah cukup, kalau menjabat dalam pelayanan sudah lebih cukup, bahkan kalau sudah menjadi pendeta sudah sangat lebih.
Tidak!
Kekristenan sejati itu bukan masalah aktivitas pelayanan, melainkan aktivitas hati, pekerjaan hati di hadapan TUHAN. ***
