39. KETIKA ‘TITIK AWAL’ DIBUNUH OLEH TITIK LEMAH

“Apa yang Saul lakukan?”
Saul merusak apa yang telah TUHAN ubah!
“Mengapa hal itu terjadi?”
Setiap orang yang mengalami ‘Titik Awal’, berarti ia mengalami hal-hal baru dalam kehidupannya.
‘Titik Awal’ itu merupakan hal yang penting dalam kehidupan kita.
“Mengapa?”
Karena ‘Titik Awal’ itu yang mengubah arah kehidupan kita.
Dan karena ‘Titik Awal’ itu merupakan anugerah TUHAN yang dimunculkan dalam kehidupan kita supaya kita mengalami perubahan dan pembaharuan.
Perubahan dan pembaharuan itu penting.
“Mengapa?”
Karena perubahan dan pembaharuan itu akan memunculkan hal-hal baru.
Dan hal-hal baru itu penting.
“Mengapa?”
Karena hal-hal baru itu akan memperkaya kehidupan kita untuk memulai kehidupan yang baru.
Sekalipun kita tidak dapat mengubah masa lalu kita, sekalipun kita tidak dapat mengubah kegagalan dan kesalahan yang telah kita lakukan, dan sekalipun kita tidak dapat mengubah segala sesuatu yang telah terjadi, tetapi akan ada harapan ketika TUHAN memunculkan ‘Titik Awal’ dalam kehidupan kita.
Hal itu berarti TUHAN mau kita mengalami perubahan dan pembaharuan, TUHAN mau kita mengalami hal-hal baru, dan TUHAN mau kita memulai dengan kehidupan yang baru.
‘Titik Awal’ itu adalah kesempatan baru yang TUHAN berikan.
Selain kesempatan baru ‘Titik Awal’ juga berisi harapan baru sehingga kita dapat mengakhiri semua kegagalan, kesalahan, kehilangan dan hal-hal yang telah rusak dalam kehidupan kita.
Karena TUHAN memberikan ‘Titik Awal’ itu kepada kita, maka ‘Titik Awal’ itu bisa membuat hidup kita mempunyai akhir yang berbeda.
—o0o—
Namun sayangnya tidak semua dari kita sanggup mengubah kehidupan yang berisi kegagalan, kesalahan, kehilangan dan hal-hal yang rusak dalam hidup kita.
“Mengapa?”
Karena titik lemah kita!
Titik lemah kita yang membunuh ‘Titik Awal’ yang TUHAN munculkan.
TUHAN memakai peristiwa-peristiwa yang diizinkan terjadi dalam hidup kita dengan memunculkan ‘Titik Awal’, TUHAN juga memakai lawatan dan jamahan ilahi yang memantik ‘Titik Awal’ muncul dalam hidup kita.
Lagi-lagi, semua yang telah dimunculkan TUHAN itu menjadi padam karena titik lemah kita yang membunuh ‘Titik Awal’ yang dimunculkan-Nya.
—o0o—
Kita lihat peristiwa ketidaktaatan Saul.
Tetapi Samuel berkata, “Manakah yang lebih disukai TUHAN, ketaatan atau kurban persembahan?
Taat kepada TUHAN lebih baik daripada mempersembahkan kurban.
Patuh lebih baik daripada lemak domba.
Sebab membangkang terhadap TUHAN sama jahatnya seperti melakukan sihir, dan hati yang sombong sama jahatnya seperti menyembah dewa.
Karena Baginda telah melawan perintah TUHAN, maka TUHAN pun tidak mengakui Baginda lagi sebagai raja.” (1 Samuel 15:22-23, BIMK)
Ayat itu menunjukkan pengertian yang dalam bahwa kesalahan terbesar Saul itu bukan masalah ketidaktaatan, tetapi masalah tidak mengalami pertumbuhan dan pertambahan dalam pengenalan dan pengalaman akan TUHAN.
Karena tidak mengalami pertumbuhan dan pertambahan dalam pengenalan dan pengalaman akan TUHAN itulah yang menjadikan Saul tidak dapat berjalan dalam ketaatan.
Karena tidak dapat berjalan dalam ketaatan, maka Saul tidak dapat sejalan dengan kemauan dan kehendak TUHAN.
Setelahnya, keputusan TUHAN terhadap Saul jelas dan tegas.
“… Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.” (1 Samuel 15:23b)
Tanpa tedeng aling-aling, Samuel menegur keras Saul atas kesalahannya dan efek kesalahannya terhadap apa yang telah ditetapkan TUHAN.
Selesai menegur Saul, Samuel pergi meninggalnya dengan kesal.
Tetapi Saul berusaha menahan Samuel supaya jangan pergi, tetapi tanpa sengaja Saul menyobek jubah Samuel.
Lalu Samuel berpaling hendak pergi, tetapi Saul menahan dia dengan memegang jubahnya, sehingga jubah itu sobek. (1 Samuel 15:27, BIMK)
Ketika Samuel melihat Saul memegang sehelai kain sobekan jubah.
Lalu Samuel berkata kepadanya, “YAHWEH telah mengoyakkan kerajaan Israel darimu pada hari ini, dan telah memberikan itu kepada orang lain yang lebih baik daripadamu.
Dan juga Yang Mulia dari Israel tidak akan berdusta ataupun menyesal, karena Dia bukanlah seorang manusia sehingga Dia harus menyesal.” (1 Samuel 15:28-29, ILT3)
Samuel mempertegas tindakan TUHAN terhadap Saul.
Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu. (1 Samuel 15:28)
Sehelai kain sobekan jubah itu mempunyai arti yang serius, dan berbuntut mengerikan.
“Mengapa?”
Karena TUHAN memindahkan kerajaan Israel dari tangan Saul ke orang lain yang telah ditetapkan-Nya.
Itu artinya konsekuensi!
TUHAN tidak main-main dengan tindakan-Nya.
SEKALIPUN DI ZAMAN ANUGERAH, TETAP ADA KONSEKUENSI
Saya melihat bahwa konsekuensi tetap terjadi di zaman anugerah ini.
Saya melihat ada orang-orang yang memegang ‘Sobekan Jubah’ yang berarti kehilangan pemakaian TUHAN dalam kehidupannya.
—o0o—
Selain Saul, Salomo mengalami ‘Sobekan Jubah’ juga.
TUHAN mengoyakkan kerajaan Salomo, walau tidak pada zamannya demi Daud, ayahnya.
Dan pada waktu itu Yerobeam telah pergi dari Yerusalem; Nabi Ahia, orang Silo itu, mendapati dia di jalan. Dan dia berselubungkan kain baru dan hanya mereka berdua ada di padang. Ahia memegang kain baru yang di badannya, lalu mengoyakkannya menjadi dua belas koyakan.
Dan dia berkata kepada Yerobeam, “Ambillah sepuluh koyakan bagimu. Sebab beginilah YAHWEH, Elohim Israel berfirman: Sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari tangan Salomo dan akan memberikan kepadamu sepuluh suku.
Dan dia akan memiliki satu suku, karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem, kota yang telah Aku pilih itu dari seluruh suku Israel.
Sebab mereka telah meninggalkan Aku dan sujud kepada Ashtoret, dewi orang Sidon, kepada Kamos, ilah orang Moab dan kepada Milkom, ilah keturunan Amon; dan tidak hidup menurut jalan-Ku, tidak melakukan yang benar di hadapan-Ku, dan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku, seperti Daud, ayahnya.” (1 Raja-raja 11:29-33, ILT3)
Sederetan ayat ini berbicara tentang TUHAN yang mengoyakkan kerajaan Salomo.
Karena ‘Titik Awal’ yang dimunculkan TUHAN pada Saul dan Salomo dibunuh oleh titik lemah mereka, maka mereka mengalami ‘Sobekan Jubah’.
Artikel ini diambil dari buku ‘TITIK AWAL’ ***
