17. MENUTUP TAHUN-TAHUN HIDUP KITA DENGAN PENYEMBAHAN
MENUTUP TAHUN-TAHUN HIDUP KITA DENGAN PENYEMBAHAN

Penyembahan tanpa perubahan hati adalah penyembahan dengan api asing.
[SteHe]
KARENA KRITUS, SEMUA YANG TADINYA MEMUKAU MENJADI TIDAK MEMUKAU, SEMUA YANG TADINYA MENYILAUKAN MATA MENJADI TIDAK MENYILAUKAN, SEMUA YANG TADINYA MENJADI PENGEJARAN MENJADI SAMPAH YANG TIDAK BERGUNA
Rasul Paulus mengajarkan hal penting tentang menutup dengan benar.
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, TUHANku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. (Filipi 3:7-9)
Pelajaran pertama dari Rasul Paulus, yang merupakan keuntungan menjadi yang dianggap kerugian.
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (Filipi 3:7)
Pelajaran kedua dari Rasul Paulus, yang dianggap kerugian menjadi yang dilepaskan.
Yesus, TUHANku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu … (Filipi 3:8a)
Pelajaran ketiga dari Rasul Paulus, yang dilepaskan menjadi yang dianggap sampah.
dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, (Filipi 3:8b)
Karena Kristus, semua yang tadinya memukau menjadi tidak memukau, semua yang tadinya menyilaukan mata menjadi tidak menyilaukan, semua yang tadinya menjadi pengejaran menjadi sampah yang tidak berguna. Rasul Paulus menegaskan bahwa apa yang menjadi keuntungan atau kebanggaan menjadi tidak berguna, karena semua itu akan sirna ditelan waktu.
Bagi Rasul Paulus, kehidupan yang berkaitan dengan Kristus tidak akan sirna, tetapi kekal. Karena Kristus itulah Rasul Paulus tidak mempunyai kebanggaan lagi, tidak mempunyai pengejaran untuk hal-hal materi, dan tidak lagi mengutamakan sisi materi. Sebab semuanya itu menjadi tidak bernilai!
Orang yang telah mengalami Kristus, lambat laun akan hidup bukan dalam kebanggaan, bukan dalam pengejaran yang sia-sia, dan bukan karena pencapaian duniawi.
Karena Kristus lebih utama dan Kristus yang paling berharga!
ESENSI PENYEMBAHAN ADALAH MEMBANGUN IBADAH MEZBAH
Dalam ibadah di Adullam Corps Ministry (bulan September 2017), TUHAN menaruhkan pengertian yang sangat dalam di hati saya, yaitu tentang esensi penyembahan. Esensi penyembahan itu bukanlah mengacu kepada acara dan kepada panggung gereja.
Hari ini, banyak gereja hanya memunculkan ibadah panggung! Ibadah seperti itu, tidak akan memunculkan penyembah sejati, tetapi hanya memunculkan orang-orang panggung yang keren dan ahli di panggung, dan hanya memunculkan jemaat yang berjenis pengunjung, penonton dan penikmat.
Tetapi yang TUHAN cari bukanlah ibadah panggung! TUHAN mencari ibadah mezbah!
“Apa artinya ‘ibadah mezbah’?”
Ibadah yang didasari dengan perjalanan hati di mana mereka membangun mezbah, meletakkan kehendak di mezbah, dan menaruh ‘Ishak’ di mezbah.
Ketika seseorang naik sebagai seorang penyembah, maka hal pertama yang harus dialaminya adalah ia mengerti membangun mezbah di hadapan TUHAN. Tidak ada seorang pun yang berani mengatakan bahwa membangun mezbah itu adalah hal yang mudah. Kalau ada, berarti ia belum mengalami arti yang sesungguhnya dari mezbah.
—o0o—
Setelah ia membangun mezbah, hal kedua adalah meletakkan kehendak! Ciri yang mudah ditemukan dalam hati seorang penyembah adalah adanya perubahan kehendak. Perubahan kehendak itu dimulai dari perjalanan hati yang meletakkan kehendak di hadapan TUHAN.
—o0o—
Setelah terjadi perubahan kehendak, biasanya TUHAN bergerak lebih jauh dan lebih dalam, yaitu menaruh ‘Ishak’ di mezbah-Nya. Sebelum TUHAN menemukan hati yang menaruh ‘Ishak’ di mezbah, TUHAN akan menemukan perjalanan mezbah yang bertumbuh dan bertambah di hadapan-Nya. Sampai akhirnya, muncul ibadah mezbah dengan ‘Ishak’ sebagai korban persembahan kepada-Nya.
ESENSI PENYEMBAHAN ADALAH MASALAH KEHARUMAN
Berbicara tentang penyembahan itu erat kaitannya dengan keharuman. Penyembahan dalam acara tidak menghasilkan keharuman.
“Mengapa?”
Karena penyembahan dalam acara itu mempunyai kecenderungan supaya terlihat oleh orang lain. Dan orang-orang yang melihatnya terkagum-kagum, tetapi hal itu hanya make-up saja, bukan yang sebenarnya. Penyembahan itu sebuah persembahan yang dilihat oleh TUHAN. Sebuah pergerakan hati yang diamati oleh TUHAN. Dan sebuah penyembelihan hati yang membuat hati TUHAN bergetar.
—o0o—
Kita harus membedakan antara penyembahan sejati dengan penyembahan palsu. Ciri penyembahan palsu adalah api asing, orang asing, dan cara asing. Perhatikan penjelasan Yesus tentang penyembahan sejati.
Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. (Yohanes 4:21)
Hal yang pertama, ciri penyembah sejati adalah tidak berkiblat ke Yerusalem atau ke Gunung Gerizim. Pola penyembahan Perjanjian Baru tidak lagi sama dengan pola penyembahan Perjanjian Lama. Tidak lagi berkaitan dengan hal-hal fisik.
—o0o—
Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. (Yohanes 4:22)
Hal yang kedua, ciri penyembah sejati adalah masalah hubungan. Penyembahan palsu akan mengutamakan ritual penyembahan, tetapi penyembahan sejati akan mengutamakan hubungan antara penyembah dengan TUHAN. Bukan orang asing yang menyembah TUHAN!
—o0o—
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran. (Yohanes 4:23-24)
Yang ketiga, ciri penyembah sejati adalah masalah penyembahan yang dikehendaki Bapa Surgawi, yaitu cara menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.
Bukan dengan cara asing!
“Seperti apa penyembahan dengan cara asing?”
Penyembahan dengan cara asing adalah penyembahan yang berpusat kepada diri kita sendiri, bukan berpusat kepada TUHAN. Banyak yang disebut penyembahan oleh gereja hari ini, namun bukan penyembahan bagi-Nya. Hanya acara penyembahan, tetapi bukan penyembahan kepada TUHAN.
—o0o—
Ditambah lagi, dengan api asing! “Apa yang disebut penyembahan dengan api asing?” Penyembahan dengan api asing adalah penyembahan dengan api dari dunia ini. Api yang TUHAN izinkan adalah api dari-Nya (Imamat 9:23-24). Api asing itu berbicara tentang hati tanpa perubahan!
Penyembahan tanpa perubahan hati adalah penyembahan dengan api asing.
“Mengapa?”
Karena penyembahan tanpa perubahan hati tidak akan menemukan hati-Nya! Dan penyembahan tanpa menemukan hati-Nya bukanlah penyembahan sejati!
—o0o—
Setiap penyembahan sejati akan mengeluarkan keharuman. Dimulai dengan perubahan hati. Ketika penyembahan mengeluarkan keharuman, tentunya hal itu dimulai dengan para penyembah membangun mezbah hidup mereka.
Membangun mezbah hidup mereka itu ditandai dengan meletakkan kehendak mereka sehingga hidup mereka mengambil kehendak-Nya, melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan kehendak-Nya, sekalipun kehendak mereka bertentangan dengan kehendak-Nya.
Lambat laun, terjadi perubahan mezbah!
Mezbah di mana mereka meletakkan korban persembahan itu adalah mezbah penuh kasih kepada TUHAN yang akan berubah menjadi mezbah kesukaan di mana TUHAN disukakan oleh setiap korban persembahan yang diletakkan di atasnya, dan akhirnya akan berubah menjadi mezbah yang dirindukan sebab korban persembahan yang diletakkan di atas mezbah itu bukan pilihan mereka lagi, melainkan pilihan TUHAN sendiri, seperti TUHAN meminta Ishak kepada Abraham.
Di sini, tidak ada yang berkaitan dengan hal-hal fisik, tidak ada orang asing yang menyembah-Nya dengan cara asing maupun dengan api asing.
Artikel ini diambil dari buku ‘BATU KEMENANGAN’. ***
