3. KETIKA KEGELAPAN MENINGGALKAN KITA’ ATAU ‘KETIKA TERANG MENINGGALKAN KITA

Buku Hati Yang Menghitam

‘KETIKA KEGELAPAN MENINGGALKAN KITA’ ATAU ‘KETIKA TERANG MENINGGALKAN KITA’

Ketika kegelapan meninggalkan kita’ tidak sama artinya dengan ‘Ketika terang meninggalkan kita’.
Yang pertama, mengisyaratkan tentang terang yang muncul dalam kehidupan kita, yang lambat laun terang itu akan mengusir kegelapan, dan akhirnya terang itu akan memunculkan terangnya.

Ujungnya kegelapan itu akan meninggalkan kita. Ketika hal itu terjadi, terang akan semakin kentara, semakin terlihat, dan semakin menguasai kita.

—o0o—

Namun sebaliknya, ‘Ketika terang meninggalkan kita’, hal itu menunjukkan kemunduran, dan penurunan yang mengerikan.

Hal itu berarti kegelapan rohani mulai muncul dalam hati kita. Lalu kegelapan rohani itu lambat laun akan menguasai hati kita, dan akhirnya akan menghitamkan kehidupan kita. Ketika hati Anda menghitam, berarti kegelapan rohani mulai menetes dalam hati hati Anda.

Tidak peduli jabatan Anda dalam pelayanan. Tidak peduli telah berapa lama Anda telah menjadi orang Kristen.
Juga tidak peduli telah berapa lama Anda telah menjadi aktivis pelayanan, atau menjadi pendeta dalam pelayanan.
Seperti air bening yang ditetesi tinta hitam sampai akhirnya air bening itu berubah menjadi air hitam ketika Anda membiarkan kegelapan rohani menguasai hati Anda.

—o0o—

Perhatikan yang Yesus katakan tentang kegelapan rohani.

Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu.

Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. (Matius 6:22-23)

Yesus menjelaskan tentang perubahan kondisi dari terang bisa berubah menjadi gelap, ketika hal itu terjadi, ‘betapa gelapnya kegelapan itu’.

Artinya, orang-orang yang mengetahui kebenaran, tetapi mereka tidak menggunakan kebenaran untuk menjalani kehidupan mereka sehingga hidup mereka hidup dalam kegelapan.
Nah, ketika hal itu terjadi, maka kondisi yang mengerikan terjadi, yaitu ‘betapa gelapnya kegelapan itu’.

—o0o—

Sekarang ini terjadi keterbalikan!

Mereka yang hidup dalam kegelapan mulai mengalami terang-Nya, kemudian mereka menjalani kehidupan dalam terang.

Tetapi anehnya, mereka yang hidup dalam terang berubah hidup mereka menjadi hidup dalam kegelapan.
Mengapa hal itu terjadi?”

Karena mereka membiarkan kegelapan rohani menguasai hati mereka, dan hal itu membuat hati mereka menghitam.

Sungguh mengerikan kalau hal itu terjadi kepada Anda!

Hati Anda menghitam oleh hal-hal yang menyakitkan, oleh hal-hal yang mengecewakan, oleh hal-hal yang melukai, dan oleh hal-hal yang mematahkan sayap Anda.

Itu adalah masalah hati!

Ketika Anda tidak bisa mengatasi masalah hati, maka hati Anda akan menghitam.
Dan ketika hati Anda menghitam, hal itu menunjukkan Anda hidup dalam kegelapan rohani yang mengerikan.

—o0o—

Tetapi jujurlah kepada diri sendiri!

Semua yang terjadi dalam kehidupan kita itu seperti ombak laut yang menerpa kapal hidup kita.
Selamanya ombak lautan itu akan selalu menerpa apapun dan siapapun yang berada di tengah-tengah mereka.
Irama ombak laut itu seringkali menerpa lembut, tetapi kadang menerpa ganas dan tanpa belas kasihan.
Masalahnya bukan seberapa keras ombak itu menerpa hidup kita, tetapi seberapa banyak air laut yang masuk ke dalam kapal hidup kita yang membuat tenggelam.

Yang menyebabkan hati seseorang menghitam itu, seperti air laut yang masuk ke dalam kapal itu.
Hati yang menghitam itu bukan karena orang lain pelakunya, tetapi diri kita sendiri yang membiarkan ‘air laut’ masuk ke dalam kapal hidup kita!
Sekarang Anda ada diperhadapkan kepada pilihan yang menentukan kondisi hati Anda!

“Mengapa?”

Karena kondisi hati Anda menentukan aliran kehidupan yang akan mengalir dari hati Anda kepada banyak orang.
Dan kondisi hati Anda menentukan aliran ilahi yang mengalir ke dalam hati Anda.

Catatan: artikel ini diambil dari buku ‘Hati yang Menghitam‘. ***