60. ARTI KATA KESUNGGUHAN HATI

APAKAH TUHAN MENEMUKAN KESUNGGUHAN HATI DI DALAM GEREJA-NYA?

Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang tidak mudah dijawab.

Mengapa?

Karena pertanyaan itu mengacu kepada hal yang sulit dibuktikan.

Mengapa?

Karena banyak yang memulai pelayanan dengan kesungguhan hati, tetapi lambat laun kesungguhan hati mereka menghilang.

Mengapa menghilang?

Karena seperti api yang padam tertiup angin, kesungguhan hati padam setelah para pemimpinnya tidak lagi mengikuti-Nya, melainkan berjalan sendiri.

Apakah pelayanan tanpa kehadiran Roh-Nya tetap berjalan?

Ya, tetap berjalan.

Sekarang ini, banyak gereja tanpa kehadiran Roh-Nya semuanya tetap berjalan.

Benarkah?

Ya.

Tetapi gereja tanpa kesungguhan hati seperti pohon yang tumbang.

GEREJA POHON TUMBANG

Saya pernah memperhatikan sebuah pohon tumbang dekat kantor saya.

Minggu pertama pohon yang tumbang itu tidak terjadi perubahan sedikitpun.

Hanya posisinya saja yang berbaring sementara pohon-pohon lainnya tetap tegak berdiri.

Mengapa pohon tumbang di minggu pertama terjadi perubahan sedikitpun?

Karena ia masih sisa kehidupan.

Namun setelah minggu pertama mulai terjadi perubahan, yaitu daun-daunnya berubah warna dari warna hijau ke warna coklat muda, itu pun perubahan di ujung daunnya saja.

Setelah itu, perubahan warna di seluruh lembaran daun, dari warna coklat muda berubah menjadi coklat tua sebelum berguguran daunnya.

Selama pohon tumbang itu masih mempunyai sisa kehidupan, pohon tumbang itu akan hidup dan tidak terjadi perubahan.

Tetapi kehidupan yang ada tidak akan selamanya.

Mengapa?

Karena sisa kehidupan yang ada akan habis.

Dan ketika hal itu terjadi, maka nafas kehidupan pun berhembus.

Tidak ada lagi.

Pohon tumbang itu barulah mati.

—o0o—

Sekarang ini pun terjadi gereja pohon tumbang.

Selama sisa kehidupan masih ada, gereja pohon tumbang itu akan tetap hidup.

Tetapi kehidupan yang dimiliki tidak lama.

Setelah itu akan mati.

Karena itu, kita lihat gereja pohon tumbang ini yang berusaha untuk tampil dengan kehidupan, tetapi tampilan itu hanya sementara.

Mengapa?

Karena sisa kehidupan yang dimiliki tidak ada lagi.

—o0o—

Seperti di zaman Imam Eli yang kisahnya kita bisa baca di Kitab 1 Samuel.

Pada zaman itu, kerohanian Bangsa Israel berada dalam kegelapan yang paling gelap dibandingkan zaman tokoh Alkitab lainnya.

Mengapa?

Karena tidak adanya kesungguhan hati sehingga Imam Eli dan kedua anaknya yang durhaka telah menghilangkan hal-hal penting di hadapan TUHAN.

APA ARTI KESUNGGUHAN HATI?

Arti kata kesungguhan hati adalah intensitas.

Yang berarti keseriusan, tidak berpura-pura, tidak setengah hati, dan kebulatan tekad.

Segala bentuk pelayanan bila tidak mengandung unsur kesungguhan hati, maka pelayanan itu seperti gubuk reyot yang mudah ambruk.

Kesungguhan hati adalah sikap yang menunjukkan tekad penuh semangat dalam melakukan sesuatu.

Arti kata kesungguhan hati lainnya adalah sepenuh hati.

Yang berarti tidak setengah-setengah, dan tetap konsisten meskipun menghadapi kesulitan.

—o0o—

Tanpa kesungguhan hati, tidak akan ada yang dihasilkan.

TUHAN pun tidak pernah menggantikan kesungguhan hati dengan apapun.

Lihatlah, kesungguhan hati itu tergambar dalam perumpamaan di Matius 24 dan 25.

Pertama, perumpamaan tentang ‘Hamba yang setia dan hamba yang jahat’ (baca: Matius 24:45-51), terlihat perbedaan antara kesungguhan hati hamba yang setia dan ketidaksungguhan hamba yang jahat.

Kedua, perumpamaan tentang ‘Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh’ (baca: Matius 25:1-13), terlihat perbedaan antara kesungguhan hati gadis-gadis yang bijaksana dan ketidaksungguhan gadis-gadis yang bodoh.

Ketiga, perumpamaan tentang ‘Talenta’ (baca: Matius 25:14-30), terlihat perbedaan antara hamba yang melipatgandakan talentanya dan ketidaksungguhan hamha yang menyembunyikan talentanya.

Dan keempat, perumpamaan tentang ‘Penghakiman terakhir’ (baca: Matius 25:31-46), terlihat perbedaan antara domba yang berada di sebelah kanan Yesus dan ketidaksungguhan kambing yang berada di sebelah kiri-Nya.

PERINGATAN SERIUS KEPADA GEREJA-NYA

Sekarang ini, pemisahan terhadap gereja sedang terjadi.

Gereja dengan kesungguhan hati terus fokus kepada jalan-jalan-Nya, dan hidup dalam kebenaran-Nya.

Tetapi gereja yang meng-entertain jemaat juga terus fokus kepada acara-acara yang diadakan dan diada-adakan supaya jemaat semakin semangat dan betah dalam gereja.

Seolah-olah, kalau tidak ada acara, maka kerohanian jemaat akan melempem, makanya mereka men-drive jemaat dengan acara-acara itu. ***