36. SEHARUSNYA PEMIMPIN PELAYANAN MENGARAHKAN HATI JEMAAT KEPADA KEKEKALAN, BUKAN KEPADA BERKAT-BERKAT MATERI

SEHARUSNYA PEMIMPIN PELAYANAN MENGARAHKAN HATI JEMAAT KEPADA KEKEKALAN, BUKAN KEPADA BERKAT-BERKAT MATERI

Bentangkan Hatimu

Awal April 2018 saya khotbah di Adullam Corps Ministry tentang ‘dua orang penjahat yang disalibkan bersama Yesus di Golgota’.

Khotbah tentang hal itu karena berkaitan dengan Paskah.

Dua orang penjahat yang disalibkan bersama Yesus itu mempunyai kecenderungan hati yang berbeda.

Kita lihat pembicaraan kedua penjahat itu menjelang kematiannya.

KECENDERUNGAN HATI YANG MENGARAH PADA HAL-HAL DUNIAWI

Sekarang kita bedah pembicaraan kedua penjahat yang disalib di samping kanan dan kiri Yesus yang merupakan ekspresi hati mereka.

Ini perkataan penjahat pertama.

Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” (Lukas 23:39)

Perhatikan kalimat, ‘Selamatkanlah diri-Mu dan kami!’

Apa arti ‘selamatkanlah diri-Mu dan kami’?

Menurut saya, perkataan penjahat itu mengungkapkan kecenderungan hatinya pada hal-hal duniawi.

Ketika ia disalibkan bersama Yesus, ia memohon supaya Yesus turun dari kayu salib, dan menurunkan mereka juga.

Tujuannya jelas, supaya ia melakukan kejahatan seperti sebelumnya.

Kalau sebelumnya mereka adalah pencuri, maka mereka akan kembali mencuri.

Kalau sebelumnya mereka adalah begal, maka mereka akan kembali membegal.

Dan kalau sebelumnya mereka adalah perampok, maka mereka akan kembali merampok.

Apa pun kejahatan yang mereka lakukan, mereka akan kembali melakukannya lagi dan lagi.

INJIL PALSU SEDANG MEMUNCULKAN JURU SELAMAT PEMUAS KEINGINAN DAGING JEMAAT

Di hari-hari terakhir ini, ada jenis orang Kristen seperti penjahat yang mempunyai kecenderungan hati pada hal-hal duniawi.

Ketika mereka ke gereja, di dalam hati hanya menginginkan supaya Yesus mengerjakan kehendak mereka, bukan mereka yang mengerjakan kehendak-Nya.

—o0o—

Karena banyak umat TUHAN yang mempunyai kecenderungan hati pada hal-hal duniawi, maka muncullah Injil palsu.

Ciri yang paling mudah dalam mengenali Injil palsu, orientasinya kepada berkat-berkat jasmani sebagai pemenuhan kebutuhan jasmani saja.

Tidak ada perubahan hati, tidak ada perubahan kehendak, dan tidak ada perubahan dalam kehidupan.

Ibadah mereka bercampur dengan kedagingan dan keduniawian.

Bukan ibadah dalam dimensi Roh.

Seperti orang-orang di zaman Yesus yang mengejar roti. Ketika Yesus berkata keras tentang kebenaran, mereka segera pergi meninggalkan-Nya.

Mereka datang mencari Yesus karena urusan perut, urusan pemenuhan jasmani, dan urusan pemuasan hal-hal duniawi.

Karena itu, tidak mengherankan banyak mimbar gereja yang menggembar-gemborkan tentang sisi berkat jasmani. Bahkan ada door prize untuk memancing jemaat rajin ke gereja. Bukan karena perubahan hati, perubahan kehendak dan perubahan kehidupan, tetapi karena door prize dan kebendaan.

PARA PEMIMPIN PELAYANAN YANG MENJAWAB PERMOHONAN PENJAHAT ITU

Di hari-hari terakhir ini, banyak pemimpin pelayanan yang berusaha menjawab permohonan penjahat itu.

Apa?

Jawaban para pemimpin pelayanan itu dengan mengajarkan tentang ajaran ‘turun dari salib’ ke jemaat yang mereka layani sehingga jemaat mempunyai pengertian yang salah tentang salib di mana Yesus mengajar supaya kita menyangkal diri, memikul salib dan mengikut-Nya.

Kerohanian jemaat menjadi dangkal dan rapuh.

Injil palsu itu tidak ada salib!

Tidak ada menyangkal diri, tidak ada memikul salib, dan tidak ada mengikut Yesus.

Lalu yang ada apa?

Yang ada adalah kehidupan yang diberkati tanpa perubahan hati, tanpa perubahan hidup, dan tanpa perubahan arah pengejaran akan kekekalan.

Semua berkat yang mereka mau dari TUHAN itu hanya untuk diri sendiri, hanya untuk kepuasan diri sendiri, dan hanya untuk pemenuhan keduniawian saja.

TUJUAN PENGAJARAN ‘TURUN DARI SALIB

Tahukah Anda tujuan pengajaran ‘turun dari salib’ ini?

Basic pengajaran ‘turun dari salib’ ini adalah kecenderungan pada hal-hal duniawi!

Jadi tujuan pengajaran ‘turun dari salib’ karena hati para pemimpin pelayanan yang terikat pada hal-hal duniawi.

Dengan pengajaran ‘turun dari salib’ ini mengiming-imingi berkat kepada jemaat dan ketika jemaat diberkati maka hal ini akan memberi imbas kekayaan juga kepada para pemimpin pelayanan ini.

Imbas kekayaan ini yang juga dirindukan oleh para pemimpin pelayanan yang bersembunyi di balik pengajaran Injil Kemakmuran.

SEHARUSNYA BUKAN ‘HATI YANG TERIKAT PADA HAL-HAL DUNIAWI’ TETAPI ‘HATI YANG MELEKAT PADA TUHAN

Masalah ‘kecenderungan hati yang mengarah pada hal-hal duniawi’ merupakan masalah yang serius bagi umat TUHAN.

Mengapa?

Karena di hari-hari terakhir ini, seharusnya para pemimpin pelayanan mengarahkan hati umat TUHAN yang mereka layani kepada kekekalan, bukan kepada hal-hal duniawi.

Sangat menyedihkan kalau di hari-hari terakhir ini, banyak mimbar menggelembungkan ‘berkat materi’ sebagai tanda perkenanan TUHAN dalam hidup seseorang.

Dan sangat menyedihkan kalau di saat-saat yang menentukan ini, banyak pengkhotbah menyampaikan kebenaran dengan spirit materialisme.

Artikel ini diambil dari buku ‘Bentangkan Hatimu!’. ***