13. KETIKA GEREJA BERISI ORANG-ORANG YANG BERDALIH
KETIKA GEREJA BERISI ORANG-ORANG YANG BERDALIH

Banyak ‘udang’ yang tersembunyi di balik pelayanan.
Banyak motivasi bengkok yang tersembunyi di balik pelayanan.
Dan banyak ambisi yang tersembunyi di balik pelayanan.
Sehingga untung rugi menjadi patokan dalam melayani.
[SteHe]
Yesus menceritakan perumpamaan yang mirip kisah Wasti, yaitu ‘Orang-orang yang berdalih’ (Lukas 14:15-24). Dalam perumpamaan itu muncul 3 alasan. Dan ke 3 alasan itu juga yang sedang terjadi di hari-hari terakhir ini dalam pesta-Nya.
JENIS DALIH ORANG PERTAMA
Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. (Lukas 14:18b)
Yaitu ‘membeli ladang’.
“Apakah ia benar-benar harus pergi melihat ladang atau ia memang tidak mau menghadiri undangan pesta itu?”
Yesus menekankan tentang jenis dalih orang pertama ini, yang sebenarnya mengarah kepada orang-orang yang sibuk menambahkan harta kekayaan mereka, atau lebih tepatnya kepada orang-orang yang terikat kepada harta duniawi sehingga mengabaikan undangan-Nya.
Seperti yang terjadi kepada orang muda yang kaya raya (Matius 19:16-26).
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. (Matius 19:21-22)
Dalam perbincangan Yesus dan orang muda yang kaya dan begitu percaya diri, Yesus menyampaikan masalah utama di dalam hatinya.
Ketika orang muda yang kaya itu mendengarnya lalu pergi dengan sedih.
“Mengapa?”
Karena hatinya terikat dengan hartanya.
Hal ini juga berbicara kepada kita di hari-hari terakhir ini bahwa banyak umat TUHAN, hati mereka terikat kepada harta mereka.
Apalagi dengan mimbar-mimbar gereja sekarang ini yang menggelembungkan khotbah-khotbah tentang berkat materi, membuat hati jemaat semakin terikat kepada harta dan lebih mengutamakan pengejaran kepada harta supaya semakin bertambah banyak hartanya.
Akibatnya, tanpa mereka sadari, mereka telah mengabaikan undangan-Nya.
KESALAHAN GEREJA KETIKA MEREKA MENGIMING-IMINGI JEMAAT DENGAN BERKAT-BERKAT MATERI, BUKAN MENGAJAR JEMAAT SUPAYA HIDUP SEPENUHNYA DALAM KEBENARAN DAN TAKUT AKAN TUHAN.
Ini topik yang serius!
Banyak gereja yang mengiming-imingi jemaat yang mereka layani dengan berkat-berkat materi, hal ini menyebabkan bertumbuhnya hati yang salah di dalam hati jemaat, sehingga mereka beribadah dengan hati yang berpusat kepada diri sendiri, yaitu mencari berkat TUHAN.
Ngarep-ngarep berkat!
Mengejar pengurapan cespleng, karena tidak mau susah dan ogah mengalami proses. Beribadah untuk mengejar berkat-Nya, kalau tidak mengalami berkat-Nya maka mereka akan kecewa dan pergi meninggalkan-Nya. Hati yang salah itu juga menyebabkan jemaat semakin cinta akan uang. Dan membuat mereka fokus untuk mengumpulkan harta di bumi.
Karena itu, tidak mengherankan kalau banyak jemaat yang hatinya terikat pada harta duniawi. Termasuk banyak hamba TUHAN yang hatinya terikat pada harta.
—o0o—
Seperti kisah ‘Orang muda yang kaya raya’ itu pergi dengan sedih (Matius 19:16-26).
Sekarang ini juga kalau Yesus mengatakan kepada banyak jemaat dan kepada hamba TUHAN tentang kondisi hati mereka yang terikat akan harta, maka perkataan-Nya itu akan menyebabkan banyak jemaat dan banyak hamba TUHAN pergi dengan sedih seperti orang muda yang kaya raya itu.
—o0o—
Sekarang ini banyak pelayanan yang dijadikan ladang bisnis dan menjadi tempat untuk pengejaran harta. Sekalipun namanya pelayanan, tetapi kita bisa membaui perbedaan pelayanan yang murni dengan pelayanan yang tidak murni. Juga terasa perbedaan antara hamba TUHAN yang murni dengan hamba TUHAN yang tidak murni.
“Mengapa yang namanya pelayanan telah menjadi ladang bisnis?”
Karena banyak motivasi yang tersembunyi di balik pelayanan. Banyak ‘udang’ yang tersembunyi di balik pelayanan. Banyak motivasi bengkok yang tersembunyi di balik pelayanan. Dan banyak ambisi yang tersembunyi di balik pelayanan. Sehingga untung rugi menjadi patokan dalam melayani.
Dan banyak orang-orang pelayanan, termasuk pemimpin pelayanan yang mencari keuntungan dan memperkaya diri mereka melalui pelayanan.
SEHARUSNYA FOKUS GEREJA HARI INI KEPADA KEKEKALAN, BUKAN FOKUS KEPADA BERKAT MATERI
Kesalahan fokus gereja ini menyebabkan banyak umat TUHAN tersesat, sekalipun mereka berada di dalam gereja dan menjadi aktivis pelayanan.
“Mengapa?”
Karena salah fokus! Seharusnya gereja di zaman akhir ini fokus kepada kekekalan, bukan kepada berkat-berkat materi dan bukan kepada harta kekayaan. Karena salah fokus ini menyebabkan gereja tidak lagi menjadi bait-Nya.
“Mengapa?”
Karena pengejaran hati mereka salah, hasrat mereka tidak kepada TUHAN, dan mereka membawa api asing dalam ibadah-ibadah mereka.
Seharusnya fokus gereja kepada kekekalan.
Ketika fokus gereja kepada kekekalan, maka jemaat akan terbangun belas kasihan yang mengalir deras kepada jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Dan mereka akan sibuk mengeluarkan ‘balok di mata mereka sendiri’ dibanding mengurusi ‘selumbar di mata orang lain’.
JENIS DALIH ORANG KEDUA
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. (Lukas 14:19)
Jenis dalih orang kedua adalah masalah membeli lembu. Sebenarnya ketika seseorang membeli lembu kebiri, mereka bisa memeriksanya di lain hari, yang penting telah memberikan down payment. Tetapi karena mereka tidak mau hadir dalam pesta itu, maka mereka menggunakan dalih membeli lembu kebiri ini.
“Apa yang Yesus maksudkan dengan orang yang berdalih membeli lembu kebiri ini?” Sebenarnya Yesus sedang berkata kepada kita tentang orang-orang yang hidup dalam kekuatiran. Hal ini terlihat dari kondisi zaman sekarang yang semakin bertambah harta tetapi semakin bertambah pula kekuatirannya.
Kekuatiran mereka ini menjadi penghalang bagi mereka untuk memenuhi undangan dari-Nya.
JENIS DALIH ORANG KETIGA
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. (Lukas 14:20)
Jenis dalih orang ketiga adalah ia baru saja menikah atau baru menjadi pengantin baru.
Alkitab menuliskan tentang mereka yang menjadi pengantin baru di Kitab Ulangan 24:5.
Apabila baru saja seseorang mengambil isteri, janganlah ia keluar bersama-sama dengan tentara maju berperang atau dibebankan sesuatu pekerjaan; satu tahun lamanya ia harus dibebaskan untuk keperluan rumah tangganya dan menyukakan hati perempuan yang telah diambilnya menjadi isterinya. (Ulangan 24:5)
Seorang yang baru saja menikah, jangan pergi berperang, bukan jangan pergi menghadiri undangan pesta! Jadi tidak ada alasan bagi pengantin baru untuk tidak menghadiri undangan pesta.
Saya ingat alasan Adam, yaitu ‘perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang membuatku makan buah itu’ (Kejadian 3:12), yang menunjukkan tentang isterinya penyebab ia makan buah yang dilarang TUHAN, tetapi jenis dalih orang ketiga ini mengarah kepada isterinya yang menyebabkan ia tidak bisa menghadiri pesta.
Sebenarnya ia bisa menghadiri pesta itu bersama isterinya, dan keduanya pasti akan disambut baik. “Apa yang Yesus maksudkan dengan orang yang berdalih karena baru saja menikah dan menjadi pengantin baru?” Sebenarnya Yesus sedang berkata kepada kita tentang orang-orang yang enggan atau tidak mau menghadiri pesta itu. Dan mereka beralasan dengan berbagai cara mulai dari yang masuk akal sampai yang tidak masuk akal.
“Seperti apa alasan yang tidak masuk akal itu?”
Sakit rambut!
Aneh khan?
Mana ada yang sakit rambut, tetapi orang khan ahli banget membuat alasan!
TIDAK MENGENAKAN PAKAIAN PESTA
Ada hal lain lagi yang berujung mengerikan.
Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta?
Tetapi orang itu diam saja.
Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. (Matius 22:11-13)
“Apa yang ditemukan seorang raja ketika ia menemui seorang tamu undangan yang tidak mengenakan pakaian pesta?”
Tidak ada rasa hormat!
Orang yang tidak mengenakan pakaian pesta itu sedang tidak menghormati raja. Kalau orang-orang berdalih karena mereka tidak mengindahkan undangan, tetapi orang yang tidak mengenakan pakaian pesta itu menunjukkan tidak adanya rasa hormat kepada raja. Dan kita tahu kedua hal itu merupakan kesalahan yang serius dan berujung mengerikan.
“Mengapa?”
Perhatikan penegasan Yesus di akhir perikop itu.
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. (Matius 22:14)
Mereka yang masuk daftar undangan tetapi tidak menghiraukan undangan-Nya, maka respon-Nya adalah:
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku. (Lukas 14:24)
Dan orang yang masuk ke ruang pesta tetapi tidak mengenakan pakaian pesta itu, yang berarti tidak menghormati-Nya, maka respon-Nya adalah:
Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. (Matius 22:14)
—o0o—
Dari perumpamaan ini, sebenarnya TUHAN berkata kepada kita tentang sikap yang harus bertumbuh di dalam hati kita adalah merespon undangan-Nya dan menghormati-Nya. Ketika umat-Nya tidak merespon undangan-Nya dan tidak menghormati-Nya, maka respon hati-Nya kepada mereka dituliskan dalam Kitab Maleakhi 3:13-15.
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?”
Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah; bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga.” (Maleakhi 3:13-15)
Orang-orang yang tidak mengindahkan undangan-Nya dan tidak menghormati-Nya akan berkata ‘Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam.’
Di dalam hati mereka tidak mempunyai kesukaan untuk beribadah di hadapan-Nya. Di dalam hati mereka tidak ada kesungguhan di hadapan TUHAN. Serba formalitas yang penuh kepura-puraan. Karena di dalam hati mereka memang tidak menyukai hal-hal dari TUHAN.
Jadi kalau saat ini mereka datang beribadah, bukan karena mereka beribadah kepada TUHAN, tetapi karena untuk memenuhi kebutuhan agamawi belaka.
—o0o—
Dalam buku ini, Anda akan melihat betapa berharganya hati yang merespon undangan-Nya dan hati yang menghormati-Nya.
Kedua kualitas hati itu akan menarik Anda kepada favor-Nya, dari favor itu akan membawa Anda kepada tingkat yang lebih tinggi, yaitu favorit-Nya.
Dan akhirnya Anda akan mengalami promosi-Nya. ***
Keterangan: Artikel ini diambil dari buku ‘MENGALAMI PROMOSI ILAHI’.
