59. PELAYANAN YANG SESUAI DENGAN KEHENDAK BAPA SURGAWI
Selain pelayanan dengan hati, hal utama yang paling utama adalah pelayanan yang sesuai dengan kehendak Bapa Surgawi.

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: TUHAN, TUHAN! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku; TUHAN, TUHAN, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:21-23)
Ayat di atas menuliskan hal yang mengerikan.
“Apa?”
Ayat itu bukan menjelaskan tentang pelayanan yang hebat karena banyak mujizat, bukan tentang pelayanan yang keren karena banyak acara panggungnya, dan bukan tentang pelayanan yang sukses karena mengumpulkan jiwa-jiwa yang sebenarnya jiwa-jiwa itu berasal dari gereja sebelah.
Dalam ayat itu, Yesus menekankan tentang pelayanan yang sesuai dengan kehendak Bapa Surgawi.
“Apa artinya?”
Bukan pelayanan yang sukses menurut versi manusia, tetapi pelayanan yang sesuai dengan kehendak Bapa Surgawi.
Yang berarti sukses di mata manusia, tidak sama dengan perkenanan TUHAN.
Lihatlah ada menara Babel, menara itu dianggap sukses di mata manusia, namun menara itu rubuh karena dikacaukan TUHAN.
Sekarang ini juga ada menara-menara Babel yang akan runtuh karena dikacaukan TUHAN.
“Mengapa dikacaukan TUHAN?”
Karena tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
—o0o—
Yang TUHAN cari dalam setiap pelayanan itu bukan jumlah pelayanan yang kita lakukan.
Apakah pelayanan Anda banyak atau sedikit, apakah pelayanan Anda besar atau kecil, apakah pelayanan Anda kaya atau miskin, hal-hal itu bukanlah yang utama.
“Mengapa?”
Karena yang Yesus tekankan adalah apakah pelayanan Anda sesuai dengan kehendak Bapa Surgawi atau tidak.
“Bagaimana supaya pelayanan kita kerjakan itu sesuai dengan kehendak Bapa Surgawi?”
Di mulai dari hati para pemimpin pelayanan.
Kalau hati para pemimpin pelayanan adalah orang-orang yang bergerak berdasarkan pimpinan TUHAN, maka pelayanan itu akan mengarahkan kepada kesesuaian dengan hati Bapa Surgawi.
Tetapi kalau hati para pemimpin pelayanan mulai belok arah, lama kelamaan menjadi salah belok, lalu akan salah arah.
Hal itu terjadi karena tidak lagi berada dalam pimpinan-Nya.
Itu artinya mereka bergerak sendiri seperti yang Yosua lakukan ketika Suku Gibeon yang menipu (baca: Yosua 9:1-27).
—o0o—
Suku ini menggunakan tipuan dengan cara memakai barang-barang yang sudah usang dan yang buruk-buruk, supaya terlihat kalau wakil dari suku itu telah melewati perjalanan yang jauh.
Lalu orang-orang itu mengambil bekal mereka, dan mereka tidak pernah menanyakan perkataan YAHWEH.
Yoshua membuat perdamaian dengan mereka, juga membuat perjanjian dengan mereka untuk membiarkan mereka hidup. Para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka. (Yosua 9:14-15, IMB)
Kesalahan Yosua adalah ia dan orang-orangnya hanya melihat fakta saja, titik. Dan tidak menanyakan kepada TUHAN.
—o0o—
Atau seperti yang dilakukan Abraham ketika ia menerima janji tentang anak kandung dari rahim Sara (baca: Kejadian 15 dan 16).
Ketika itu, Sara melihat fakta tentang dirinya yang mandul, maka ia menyarankan supaya Abraham mengambil Hagar supaya melahirkan anak dari rahimnya.
Sarai, istri Abram itu tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, namanya Hagar seorang Mesir.
Berkatalah Sarai kepada Abram, “YAHWEH telah menahan aku dari melahirkan anak. Hampirilah hambaku mungkin dari dia aku akan mendapatkan keturunan.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (Kejadian 16:1-2, IMB)
Itu kesalahan Abraham, yang berusaha ‘menolong’ TUHAN.
Artinya, Abraham menerima janji TUHAN lalu ia mengerjakannya dengan caranya sendiri, maka lahirlah Ismael.
—o0o—
Baik Yosua maupun Abraham, keduanya tidak sejalan dengan rencana-Nya, mereka memilih melihat fakta atau melakukan dengan pemikiran mereka sendiri.
“APA ARTI MELAKUKAN KEHENDAK BAPA SURGAWI?”
Sebenarnya, di dalam ‘melakukan kehendak Bapa’ itu terkandung kesungguhan hati, kesegenapan hati, pengabdian, kemurnian, ketulusan dan belaskasihan.
Tanpa hal-hal yang di atas, maka pelayanan kita akan berubah arahnya.
“Mengapa?”
Karena pasti bukan lagi kepada TUHAN dan pasti bukan lagi untuk-Nya, melainkan untuk diri kita sendiri.
Atau bisa kita disebut orang yang mencuri kemuliaan TUHAN.
PERINGATAN SERIUS BAGI GEREJA-NYA
Yesus menjelaskan sebuah kebenaran lain, “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.” (Matius 15:13)
Hal itu berarti ada pelayanan yang tidak ditanam TUHAN.
Ujungnya, pelayanan itu akan dicabut sampai akar-akarnya.
Karena itu, janganlah kita membangun apa yang akan dirobohkan-Nya, sebab yang kita bangun tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
Hal penting yang harus kita lakukan adalah apa yang kita ‘tanam’ haruslah sesuai dengan kehendak-Nya, dan apa yang kita ‘bangun’ haruslah berasal dari hati-Nya. ***
