58. KEKRISTENAN YANG BERPUSAT KEPADA KEHENDAK TUHAN

Sekilas kita membahas tentang Simson, seorang tokoh yang diurapi TUHAN, tetapi ia tidak berpusat kepada kehendak-Nya, melainkan berpusat kepada diri sendiri.

Karena itu, saya ingin menuliskan kebenaran tentang kekristenan yang berpusat kepada kehendak TUHAN, bukan kekristenan yang berpusat kepada diri sendiri.

Mengapa?

Karena ada banyak hal utama yang telah hilang dalam gereja-Nya.

Banyak umat TUHAN tidak lagi membangun kehidupan rohaninya tidak lagi berpusat kepada kehendak TUHAN.

Mereka membuat Kristen Progresif yang disesuaikan dengan kehendak mereka sendiri.

—o0o—

Kekristenan yang berpusat kepada TUHAN itu dimulai dengan kebenaran tentang hati yang diletakkan di mezbah-Nya.

Berbicara tentang hati yang diletakkan di mezbah-Nya itu berbicara tentang penyembahan.

Tegasnya, penyembahan itu bukan acara penyembahan di mana orang-orang panggung sedang menampilkan aktivitas penyembahan sementara realita kehidupan mereka bukanlah seorang penyembah.

—o0o—

Apa arti hati yang diletakkan di mezbah-Nya?

Kehidupan penyembahan yang bukan tentang kehendak kita lagi, bukan tentang kemauan kita lagi, dan bukan tentang kegemaran kita lagi, melainkan tentang meletakkan kehendak kita di mezbah-Nya, meletakkan kemauan kita di mezbah-Nya, dan meletakkan kegemaran kita di mezbah-Nya.

Ketika hati kita diletakkan di mezbah-Nya, maka yang muncul adalah penyembelihan hati.

Penyembelihan hati itu tentang meletakkan kehendak kita dan mengenakan kehendak-Nya.

Penyembelihan hati itu tentang meletakkan kemauan kita dan mengenakan kemauan-Nya.

Dan penyembelihan hati itu tentang meletakkan kegemaran kita dan mengenakan kegemaran-Nya.

—o0o—

Kalau seorang penyembah tetapi yang menonjol dalam kehidupannya adalah kehendaknya sendiri, kemauannya sendiri, dan kegemarannya sendiri, hal itu menunjukkan ia bukanlah seorang penyembah sejati.

Mengapa?

Karena penyembah sejati itu berpusat kepada Kristus.

Semua yang tidak berpusat kepada Kristus bukan penyembahan.

Dan semua yang berpusat kepada diri sendiri adalah penyembahan palsu.

—o0o—

Penyembahan sejati itu selalu melibatkan hati.

Orang yang meletakkan hati di mezbah-Nya berarti melibatkan hati untuk mengalami pemberesan hati di hadapan-Nya.

Sampai terjadi perubahan hati.

Perubahan yang seperti apa?

Perubahan yang menyebabkan perubahan kehendaknya sehingga ia bisa melakukan kehendak-Nya.

—o0o—

Urusan serius di hari-hari terakhir ini adalah urusan hati.

Ya, hanya urusan hati yang menjadi urusan serius dan menentukan di hadapan TUHAN.

Karena itu, hati kita harus mengeluarkan minyak.

Dan sebelum hati kita mengeluarkan minyak, haruslah hati kita diminyaki oleh-Nya dalam hadirat-Nya.

APA ARTINYA BILA PELAYANAN YANG KITA BANGUN TIDAK BERDASARKAN KEHENDAK-NYA?

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: TUHAN, TUHAN akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (Matius 7:21)

Urusan serius dalam kekristenan di akhir zaman adalah urusan melakukan kehendak Bapa Surgawi.

Dan urusan melakukan kehendak Bapa Surgawi adalah masalah hati kita yang bergerak di hadapan-Nya.

Apa arti bila pelayanan yang kita bangun tidak berdasarkan kehendak-Nya?

Apa arti semua kemewahan dan kemegahan pelayanan (keindahan bentuk pelita) bila tidak sesuai dengan kehendak-Nya?

Tidak ada artinya!

PERINGATAN SERIUS BAGI GEREJA-NYA

Sekarang ini para pemimpin pelayanan berada di persimpangan jalan yang menentukan.

Apakah gereja yang dibangun akan berpusat kepada kehendak TUHAN atau kepada kehendak diri sendiri?” ***