55. STRATEGI MUSUH ADALAH MENGGESER GEREJA-NYA DARI PORSI YANG SEHARUSNYA SUPAYA MELENCENG DARI RENCANA-NYA

Musuh mengubah strategi perang dari yang kentara menjadi tidak kentara, dari yang terasa menjadi tidak terasa.

Yang tadinya memakai strategi duel – bertarung satu lawan satu, berubah menjadi bukan strategi duel. Yang tadinya memakai strategi konfrontasi berubah menjadi strategi bukan konfrontasi.

hati-hati hatimu

Strategi ‘Goliat’ berubah menjadi strategi ‘Delila’ – strategi yang tidak menggunakan pedang dan tombak, tetapi menggunakan belaian mesra tangan yang halus namun lebih ampuh dan mematikan.

—o0o—

Perubahan strategi ini menyebabkan korbannya tanpa sadar telah masuk dalam perangkapnya

Karena strategi perang yang serba perlahan ini telah berhasil menggeser fokus korbannya.

Dari fokus yang benar kepada fokus yang tidak benar, dari prioritas yang benar kepada prioritas yang salah, sehingga mereka sukses dalam pencapaian yang salah.

Menggeser fokus artinya mengubah yang utama menjadi tidak utama dan mengubah yang tidak utama menjadi utama.

Strategi ini ampuh, karena bergerak secara perlahan, tanpa terasa, kemudian membelit sehingga sesak nafas dan akhirnya menelan kita seperti ular piton.

Perubahan strategi musuh ini membuat korbannya kehilangan kewaspadaan, sehingga terlena dan salah arah karena digeser secara perlahan.

—o0o—

Strategi ini digunakan untuk menyerang gereja-Nya.

Penyerangannya dengan cara memasang perangkap. Korbannya tanpa sadar telah masuk dalam perangkap. Setelah masuk dalam perangkap, korbannya akan digeser secara perlahan sehingga melenceng.

Akibatnya gereja-Nya mempunyai prioritas yang salah.

Ketika hal itu terjadi, maka gereja-Nya akan mempunyai pengejaran yang salah. Dan ketika gereja-Nya mempunyai pengejaran yang salah, maka gereja-Nya akan mempunyai pencapaian yang salah.

Strategi mengalihkan arah gereja-Nya bukan kepada tujuan-Nya, tetapi dengan membelokkannya secara perlahan tanpa terasa, mengakibatkan gereja-Nya menjauh dari kehendak-Nya.

—o0o—

Seperti Hawa, yang ditarik secara perlahan, digeser secara perlahan, dengan membangkitkan keinginan sehingga ia mulai melirik buah yang dilarang TUHAN. Akibatnya Hawa merabanya, lama kelamaan memetiknya, dan menggigitnya secuil. Setelah itu, ia memberikan buah yang telah digigitnya kepada suaminya, dan suaminya pun ikut menggigit secuil juga. Dan akhirnya Adam dan Hawa jatuh.

—o0o—

Iblis mengetahui kalau mata gereja-Nya juga mempunyai keinginan seperti Hawa, yaitu menjadi gereja yang tersukses, yang terkeren, dan yang terbanyak jemaatnya.

Ketika perangkap diarahkan kepada gereja-Nya, perangkap itu berhasil menggeser hati umat-Nya.

Menggeser dari hati yang murni menjadi kehilangan kemurnian, dari hati yang tulus menjadi kehilangan ketulusan, dan dari hati yang mengabdi menjadi kehilangan pengabdian.

KETIKA GEREJA SALAH PRIORITAS

Ketika gereja salah prioritas, maka prioritas itu secara perlahan akan membelokkan gereja bukan kepada yang utama, bukan kepada yang esensi, dan bukan kepada kehendak-Nya.

Kebanyakan orang tidak menyadari akan hal ini karena hampir tidak ada perubahan sedikit pun kalau dilihat dari permukaan dan perubahannya tidak terjadi secara mendadak.

Tidak terasa adanya perubahan karena secara perlahan bergeser sedikit demi sedikit namun berubah arah.

Kalau kita tidak waspada maka musuh berhasil membelokkan gereja-Nya secara perlahan, sehingga gereja-Nya melenceng. Tidak lagi mengerjakan kehendak Bapa Surgawi dan berujung sebagai gereja yang bukan lagi menjadi bait-Nya.

Diambil dari buku ‘Hati-hati Hatimu!’. ***