54. JANGAN DI MATA MANUSIA KITA DIPANDANG SEBAGAI JEMAAT YANG HIDUP DAN GIAT, TETAPI DI MATA TUHAN ADALAH JEMAAT YANG MATI SECARA ROHANI

Ketika TUHAN memberi perintah Nuh untuk membuat bahtera, Nuh membuatnya dengan tepat sesuai dengan ukuran yang telah TUHAN tetapkan dan tepat juga melakukannya.

 Dalam proses pembuatan bahtera ini, Nuh tetap mengutamakan porsi TUHAN.

Tetapi, sekarang ini, kalau TUHAN memberi perintah kepada hamba-hamba-Nya, sering kali yang muncul adalah usaha-usaha tandingan yang berusaha menggeser porsi TUHAN, akibatnya muncul ‘menara Babel’ atau ‘melahirkan Ismael’.

—o0o—

Kesalahan Yang Berbahaya Ini Adalah Mengubah Fokus Hati Kita.

Umat TUHAN yang berubah fokus hatinya ditandai dengan berubahnya arah hati mereka bukan kepada TUHAN lagi.

Fokus ibadah mereka bukan kepada TUHAN, bukan untuk menyenangkan hati-Nya tapi untuk memuaskan hasrat agamawi mereka.

Mereka lebih suka kepada teologi kemakmuran, teologi kesuksesan dan teologi kenyamanan.

Karena itu, mereka tidak mau datang kepada gereja yang mengajar kebenaran yang mengoyak daging mereka.

Mereka hanya ingin mendengar khotbah yang menyenangkan telinga mereka.

Fokus penyembahan mereka bukan untuk menyenangkan hati TUHAN melainkan untuk memuaskan diri sendiri.

Fokus pelayanan mereka bukan untuk melakukan kehendak-Nya, melainkan untuk mengejar prestasi dan pencapaian mereka.

Karena itu, kita temukan banyak gereja yang berbau persaingan yang menjijikkan.

Semua itu serba untuk memuaskan diri sendiri.

—o0o—

Perhatikan berapa banyak umat TUHAN yang mengejar kepuasan diri sendiri seperti mengejar pengajaran-pengajaran yang keren-keren tapi mereka tidak melakukan kebenaran, mengejar hamba-hamba TUHAN minta didoakan dan menerima impartasi pengurapan. Mereka ingin sensasi pengurapan tapi tidak mempunyai kapasitas untuk menampung pengurapan.

Semua yang serba untuk memuaskan diri sendiri inilah yang menjadikan gereja tidak mengalami perubahan hati dan hidup mereka.

Karena terjadi perubahan fokus.

Fokus hati kita haruslah terarah kepada pengejaran akan perkenanan hati TUHAN – mengejar apa yang TUHAN sukai, mengejar apa yang TUHAN hargai, dan mengejar apa yang memuaskan hati-Nya, tetapi perubahan fokus ini membuat mereka mengejar apa yang mereka sukai dan yang menyenangkan telinga mereka.

—o0o—

Karena perubahan fokus ini, lambat atau cepat, fokus gereja menjadi mengejar perkenanan manusia, bukan mengejar perkenanan hati TUHAN lagi.

Kalau gereja telah mengejar perkenanan manusia, bisa jadi di mata manusia terlihat keren dan mengagumkan tetapi tidak di mata TUHAN seperti jemaat Sardis.

Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! (Wahyu 3:1b)

Kalau kita baca dari terjemahan FAYH, maka kita mengerti perbedaan antara yang dilihat TUHAN dengan yang dilihat manusia.

“Aku tahu kalian dikenal sebagai jemaat yang hidup dan giat, tetapi sebenarnya kalian mati.” (Wahyu 3:1b, FAYH)

Tentang jemaat Sardis yang terkenal sebagai jemaat hidup (bergairah dan bersemangat melayani) dan giat, tetapi di mata TUHAN, jemaat itu mati secara rohani.

Sebenarnya ini mengerikan kalau terjadi pada kita.

 “Mengapa?

Karena kita dianggap berisi padahal kosong, kita terlihat hidup ternyata mati secara rohani, kita terkenal melayani-Nya namun TUHAN menemukan kita tidak sedang melakukan kehendak-Nya.

 Diambil dari buku ‘Jangan Menjadi Sisa di Hadapan-Ku!’. ***