48. Siapkan Minyak Untuk Pelitamu!
BUKU ‘SIAPKAN MINYAK UNTUK PELITAMU!’
PENULIS STEPHANUS HERRY [SteHe]
AKAN ADA BANYAK ORANG YANG MENGETUK-NGETUK PINTU SEPERTI ORANG-ORANG YANG MENGETUK-NGETUK PINTU BAHTERA DAN SEPERTI GADIS-GADIS BODOH YANG MENGETUK-NGETUK PINTU PESTA

CERITA PEMBUKAAN
Sehari setelah Ezra ulang tahun ke 6, pada pagi hari, Ezra bercerita ke kami.
“Ma, tadi subuh, Ezra dipanggil TUHAN.”
“Dipanggil TUHAN bagaimana?” tanya mamanya yang kaget.
“Ezra mendengar suara yang memanggil nama Ezra dua kali. Lalu Ezra bangun, dan melihat papa dan mama masih tidur,” jelas Ezra.
“Lalu?”
Ezra menjawab, “Ya, TUHAN.”
“Aku tahu kamu suka membaca Alkitab, dan berterimakasih karena ditambah umurnya 1 tahun, dan Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan.”
“Apa yang Ezra inginkan?” tanya mamanya curiga.
“Kemungkinan Ezra menginginkan mainan yang belum dimilikinya,” kata mamanya dalam hati.
Sambil melihat ke atas, Ezra menjawab rasa penasaran kami, “Kalau Ezra sudah besar nanti, Ezra ingin menikah dan mempunyai anak.”
Waktu kami mendengar cerita Ezra itu, kami terbahak-bahak, bahkan kami tidak bisa berhenti tertawanya.
Bukan menertawakan TUHAN yang memanggil Ezra, dan bukan meragukan cerita Ezra sebab saya perhatikan Ezra tidak sedang bermimpi ketika ia mendengar TUHAN memanggilnya.
Saya percaya, TUHAN telah memanggilnya, hanya saya tertawa bahkan tidak bisa berhenti tertawa karena jawaban Ezra kepada TUHAN, “Kalau Ezra sudah besar nanti, Ezra ingin menikah dan mempunyai anak.”
Itu lucu sekali.
—o0o—
Apakah kisah pembuka ini menyambung atau tidak dengan rangkaian kisah yang saya tuliskan dalam buku ini, tetapi kisah ini akan tetap saya tuliskan karena itu adalah perjalanan awal Ezra bersama TUHAN.
AKAN ADA BANYAK ORANG YANG MENGETUK-NGETUK PINTU SEPERTI ORANG-ORANG YANG MENGETUK-NGETUK PINTU BAHTERA
Di hari-hari terakhir ini, akan terjadi orang-orang mengetuk pintu seperti mengetuk pintu bahtera.
Nuh membangun bahtera selama 100 tahun.
Alkitab tidak secara khusus menyatakan tentang waktu yang dibutuhkan Nuh untuk membuat bahtera, namun kita bisa menjelajahi dari pertama kali nama Nuh ditulis (baca: Kejadian 5:32) yaitu ketika ia berusia 500 tahun. Lalu ketika masuk ke dalam bahtera Nuh berusia 600 tahun.
Jadi, secara tersirat kita dapat memahami kalau pembuatan bahtera memakan waktu 100 tahun.
Hal itu berarti selama 100 tahun, orang-orang menertawakan dan mengolok-olok Nuh.
Sampai hujan mulai turun.
—o0o—
Saya membayangkan, ketika mereka sedang mengolok-olok Nuh, tiba-tiba mereka mulai melihat dan merasakan tetesan-tetesan air yang turun dari langit dan mengenai tubuh mereka.
Hujan pertama terjadi.
Mereka terdiam sebentar karena tetesan air yang tidak seberapa, dan kemudian tidak ada lagi.
Lalu mereka semakin bertambah-tambah mengolok-olok Nuh.
Tetapi tawa mereka berhenti tertawa dan rahang mereka menutup perlahan karena tiba-tiba bukan lagi berupa tetesan-tetesan air yang tidak seberapa melainkan seperti air yang ditumpahkan dari langit dalam porsi yang sangat besar.
Dan tidak berhenti, air itu terus menerus tercurah dari langit.
Oh ya, sebuah catatan, orang-orang di zaman Nuh tidak pernah tahu yang namanya hujan.
Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.
Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. (Kejadian 7:11-12)
Dalam imajinasi saya, dimulai dari tetesan-tetesan air dari langit dimana jarak antara satu tetesan dan tetesan lainnya berjauhan, lalu semakin mendekat jarak satu tetesan dengan tetesan lainnya. Setelah itu tidak berjarak, dan akhirnya seperti air yang ditumpahkan dari langit.
Kalau dilihat dari tetesan air pertama yang jatuh hanya membasahi tanah, tidak sempat menjadi genangan air karena tanah dengan cepat menyerapnya. Tetapi tetesan-tetesan air yang menambah porsinya, maka terjadi banyak genangan yang dengan cepat berubah menjadi banjir.
Lalu banjir terus meninggi dengan cepat sehingga memaksa penduduk supaya hijrah ke tempat yang lebih tinggi, tetapi banjir pun terus mengejar mereka.
Akhirnya, mereka berlari ke arah bahtera Nuh.
Lalu mereka mengetuk-ngetuk pintu bahtera, tetapi pintu bahtera tidak bisa dibuka karena TUHAN telah menutupnya (baca: Kejadian 7:16).
—o0o—
Banjir terus meninggi dan menenggelamkan makhluk hidup, lalu bahtera mulai bergerak karena banjir yang semakin meninggi sehingga bahtera terangkat dan mengapung di atas banjir.
Semua orang yang menertawakan dan mengolok-olok Nuh, ketakutan dan mereka semua akhirnya tewas karena tenggelam.
AKAN ADA BANYAK ORANG YANG MENGETUK-NGETUK PINTU SEPERTI GADIS-GADIS BODOH YANG MENGETUK-NGETUK PINTU PESTA
Di saat-saat yang menentukan ini, akan terjadi seperti yang Yesus ceritakan dalam perumpamaan ‘gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh’ (baca: Matius 25:1-13) di mana ada orang-orang yang mengetuk-ngetuk pintu seperti gadis-gadis bodoh yang mengetuk-ngetuk pintu pesta.
Hal itu dimulai dari gadis-gadis bodoh yang harus membeli minyak pada saat yang penting karena pelitanya mulai padam.
Ketika mereka kembali ke tempat semula, mereka tidak melihat seorang pun.
Teman-temannya yang bersama-sama menunggu mempelai pria tidak ada di tempat.
Berarti teman-temannya telah menyongsong mempelai pria.
Ketika mempelai pria datang, tanpa menunggu siapapun, maka ia membawa semua orang yang siap masuk ke dalam ruang pesta.
—o0o—
Gadis-gadis bodoh itu terkejut menyadari keadaannya, maka mereka mengetuk-ngetuk pintu.
“Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!” (baca: Matius 25:11), tetapi sebuah jawaban yang diluar dugaan.
Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. (Matius 25:12)
Gadis-gadis bodoh ini tidak diizinkan masuk ke dalam ruang pesta sekalipun mereka adalah gadis-gadis yang menyongsong mempelai pria.
WAKTU YANG TERSISA HANYA SEDIKIT
Sekarang ini, waktu yang tersisa hanya sedikit.
Karena itu, pergunakanlah waktu yang ada.
Jangan mengabaikan hal-hal rohani seperti Esau, sebab penyesalannya tidak bisa mengubah apapun.
Jangan melakukan hal-hal bodoh seperti Simson, karena keliaran-keliarannya menyebabkan ia meninggalkan panggilannya dan TUHAN pun meninggalkannya.
Dan jangan melakukan kesalahan-kesalahan seperti Saul, yang seharusnya rencana TUHAN terjadi padanya, namun tidak pernah terjadi karena Saul tidak masuk dalam hitungan-Nya. ***
