37. PRINSIP KEBENARAN TENTANG KEPUTUSAN HATI

PERTEMUAN YANG PALING KEREN ADALAH PERTEMUAN ANTARA YAKUB DENGAN YUSUF

12 Pembunuh Rencana Tuhan

Bagi saya, pertemuan paling keren di dalam Kitab Kejadian adalah pertemuan antara Yakub dengan Yusuf.

Mengapa?

Karena pertemuan itu yang membuat Yakub ternganga ketika melihat Yusuf.

Karena Yakub melihat seorang anak yang dulu dia kenal sebagai anak kesayangan, sekarang telah menjadi seorang pria yang dewasa.

Karena Yakub melihat seorang yang penuh dengan kehormatan dan kemuliaan sehingga anak-anak yang lainnya bersujud kepadanya.

Karena Yakub melihat seorang yang berisi dengan perkara-perkara dari TUHAN, sehingga Yakub teringat dengan mimpi Yusuf 20 tahun sebelumnya (baca: Kejadian 37:9-10).

Dan karena Yakub melihat seorang yang dipakai TUHAN!

—o0o—

Sementara di sisi lain, ketika Yakub melihat Yusuf, seorang yang telah berubah, seorang yang berisi dan seorang yang penuh, tetapi Yakub sendiri mengalami penurunan, dan mengalami kemunduran.

Bayangkan saja, Yusuf dibuang ke dalam sumur kering pada saat usianya sekitar 17 tahun, lalu dijual sebagai budak dan dipenjara lalu keluar sebagai seorang perdana menteri Mesir saat usianya 30 tahun.

Jadi kurang lebih 13 tahun lamanya. Lalu ditambah mimpi Firaun di mana 7 tahun kelimpahan. Berarti 13 tahun ditambah 7 tahun, menjadi 20 tahun.

Dan masa kekeringan 7 tahun, diperkirakan tahun ke 1 atau ke 2 masa kekeringan itu, saudara-saudara Yusuf datang untuk membeli bahan makanan, dan akhirnya bertemulah Yusuf dengan Yakub, kurang lebih 22 tahun (13 tahun masa persiapan + 7 tahun masa kelimpahan + 2 tahun masa kekeringan).

Selama itu, Yakub berkubang dalam kesedihan karena kehilangan Yusuf.

Seharusnya Yakub mengenali apa yang sedang TUHAN perbuat dalam hidup Yusuf. Namun sayang, Yakub tidak mengenalinya di mana TUHAN sedang membangun seorang pewaris perjanjian yang bergerak tepat dalam agenda-Nya.

Kesalahan yang Yakub lakukan adalah mempercayai perkataan anak-anaknya yang lain bahwa Yusuf telah diterkam binatang buas.

—o0o—

Dimulai dari Yakub yang memberikan jubah kepada Yusuf (baca: Kejadian 37:3). Walau dalam ketidakmengertian, Yakub telah melakukan tindakan profetik tentang masa depan Yusuf sebagai orang terhormat dan berada di tangan kanan-Nya.

Saya suka dengan kebenaran ini.

Ketika jubah itu mengenai hidup Yusuf, kita tahu TUHAN mulai bergerak dengan cara menaruhkan mimpi ilahi kepadanya.

Jubah yang berisi kekentalan itu mempengaruhi Yusuf, seperti jubah Elia yang dilemparkan kepada Elisa, hal itu menyebabkan mata batiniah Elisa terbuka dan melihat apa yang akan terjadi sebagai seorang nabi pengganti Elia (baca: 1 Raja-raja 19:19-21).

Jubah dari Yakub itu membuka pemakaian TUHAN bagi Yusuf.

Namun sayang Yakub tidak mengenali pekerjaan-Nya dalam hidup anaknya, dan tidak mengenali rencana-Nya dalam hidup anaknya. Dan kesalahan itu membuat tahun-tahun hidup Yakub hilang, tanpa bekas.

—o0o—

Lalu apa yang membuat Yusuf menjadi seorang yang penuh, berisi dan disertai TUHAN?

Kita mulai dari Yusuf yang berada di pasar budak.

Mungkin ada beberapa pembeli yang berminat untuk membeli Yusuf, tetapi TUHAN harus menghadangnya. Dan mungkin juga Potifar tidak ada niat untuk membeli budak, tetapi ia dibelokkan TUHAN untuk iseng-iseng masuk ke pasar budak dan akhirnya membeli beberapa budak, termasuk Yusuf di dalamnya (baca: Kejadian 39:1).

Menurut saya, Potifar adalah salah seorang yang ternama di Mesir, mungkin levelnya bukan orang nomor dua, atau nomor tiga, sebab ada orang yang lebih tinggi kedudukannya darinya. Minimal Potifar itu orang nomor empat atau nomor lima dalam lingkungan istana raja Mesir.

YUSUF MEMULAI PERJALANAN SEBAGAI BUDAK DENGAN PENYERTAAN TUHAN

Saya menyukai kisah perjalanan Yusuf sebagai seorang budak (baca: Kejadian 39:2-6).

Ayat itu sebenarnya bisa menuliskan bahwa Yusuf kepahitan terhadap semua peristiwa yang telah membuat hidupnya hancur, Yusuf penuh kebencian terhadap saudara-saudaranya karena mereka telah melakukan kejahatan kepadanya, atau Yusuf mengejar saat yang tepat untuk melakukan pembalasan dendam terhadap kejahatan yang dilakukan saudara-saudaranya. Tetapi hal itu tidak dilakukannya!

Hal luar biasa yang dialami Yusuf adalah, TUHAN menyertai Yusuf, dan sangat memberkatinya sehingga segala sesuatu yang dilakukannya berhasil!

Di sini, saya mengatakan apa yang dilakukan Yusuf ini menarik favor of God ke dalam hidupnya.

Apa yang dilakukan Yusuf sehingga menarik favor of God?

Yusuf mempunyai keputusan hati yang benar dalam peristiwa-peristiwa yang melukai, yang membuatnya sengsara, yang membuatnya hancur, dan yang membuatnya sekarat, sehingga semuanya itu tidak mengenainya.

—o0o—

TUHAN mengajari dan mendidik hati saya dengan kebenaran ‘keputusan hati’ di hadapan-Nya.

 Banyak peristiwa yang melukai, banyak peristiwa yang menyakiti, banyak peristiwa yang berusaha menghancurkan, dan banyak peristiwa yang berusaha mematikan apa yang sedang TUHAN tumbuhkan dalam hati kita, tetapi ‘keputusan hati’ yang menentukan hasilnya.

Kapal tidak tenggelam karena air laut di sekitarnya, tetapi karena air laut yang masuk ke dalamnya.

Dalam hal ini, banyak orang terluka, rusak, remuk, rapuh, lemah dari dalam karena ‘air laut’ yang masuk ke dalam ‘kapal’ hidup mereka.

Apakah bisa dalam peristiwa yang melukai, namun kita memilih untuk tidak terluka?

Apakah bisa dalam peristiwa yang menyakiti, namun kita mengambil keputusan untuk tidak tersakiti?

Dan apakah bisa dalam peristiwa yang berusaha menghancurkan bahkan ingin membunuh rencana TUHAN dalam hidup kita, namun kita menghindar dari hal-hal yang berusaha menghancurkan bahkan ingin membunuh rencana TUHAN?

Jawabannya, BISA!!!

Itulah prinsip kebenaran ‘Keputusan Hati’.

Karena itu, kita menemukan ada orang yang dilemparkan ke dalam sumur kering, lalu dijual sebagai budak dengan harga di bawah pasar, dan akhirnya difitnah sehingga dijebloskan ke dalam penjara, namun orang itu tidak terluka, tidak tersakiti, tidak membenci dan tidak kepahitan.

‘Keputusan hati’ Yusuf untuk terbebas dari rasa sakit sekalipun sebenarnya ia berhak sakit hati.

‘Keputusan hati’ Yusuf untuk tidak membenci sekalipun sebenarnya ia mempunyai kesempatan untuk membenci.

Dan ‘keputusan hati’ Yusuf untuk tidak kepahitan sekalipun sebenarnya ia mampu untuk kepahitan dan membalas dendam kepada orang-orang yang telah berbuat jahat kepadanya.

—o0o—

Seharusnya Yusuf mempunyai daftar orang-orang yang telah melukainya, yaitu saudara-saudaranya kecuali Benyamin, termasuk Potifar dan istrinya.

Tetapi ia tidak pernah melakukannya!

Mengapa?

Karena Yusuf mempunyai ‘keputusan hati’ yang benar dan hal itu menarik favor of God dalam hidupnya!

Sekalipun dalam peristiwa yang penuh kebencian, bukan berarti kita berlumuran kebencian. Sekalipun dalam peristiwa yang penuh kepahitan, bukan berarti kita dibelit kepahitan. Dan sekalipun dalam peristiwa yang menyakitkan, bukan berarti kita akan dipatuk oleh hal-hal yang menyakitkan.

Artikel ini diambil dari buku ’12 Pembunuh Rencana TUHAN’. ***