31. HATI YANG MENGHARGAI TUHAN DAN MENGHARGAI YANG TUHAN HARGAI

HATI YANG MENGHARGAI TUHAN DAN MENGHARGAI YANG TUHAN HARGAI

Favor-Nya itu selalu berkaitan dengan hati.

Hati yang seperti apa yang menarik favor-Nya?” Itu adalah tema khotbah saya di Adullam Corps Ministry, bulan Juni 2019.

TUHAN menaruhkan kebenaran yang tersimpan di 1 Samuel 2:29-30.

Perhatikan inti kebenaran ini.

Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah. (1 Samuel 2:30b)

Siapa yang menghormati TUHAN, akan dihormati-Nya, dan dari hati yang menghormati-Nya itu akan memunculkan favor-Nya.

Itulah sebabnya tidak semua umat-Nya yang telah ditebus-Nya itu mengalami favor-Nya, karena tidak semua dari mereka memiliki hati yang menghormati-Nya.

Tentang hal itu terlihat dari hati Imam Eli, karena ayat di atas itu adalah sorotan-Nya terhadap hati Imam Eli.

Mengapa TUHAN mengatakan tentang siapa yang menghormati-Nya?

Karena TUHAN tidak menemukan sikap hati yang menghormati-Nya pada diri Imam Eli.

Dan karena Imam Eli tidak menghormati-Nya, maka rencana TUHAN terhadap Imam Eli, keluarga dan kaumnya dibatalkan-Nya.

Mengapa?

Karena kata kuncinya adalah ‘hati yang menghormati TUHAN’.

Karena itu, mereka yang menghargai-Nya, maka favor-Nya muncul dalam kehidupan mereka.

HATI YANG MENGHORMATI TUHAN DAN MENGHORMATI YANG TUHAN HORMATI

Hati yang menghormati TUHAN dan menghormati yang TUHAN hormati.

Apa yang TUHAN hormati?

Yang TUHAN hormati pertama adalah mezbah.

Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku.

Tetapi kamu berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?”

Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: “Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” dengan cara menyangka: “Meja TUHAN boleh dihinakan!”

Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat?

Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 1:6-8)

Dari ayat itu, kita lihat betapa TUHAN melihat orang-orang yang membawa korban persembahan di mezbah.

Dari cara orang-orang yang membawa korban persembahan itu, TUHAN mengukur rasa hormat di dalam hati mereka.

Zaman sekarang ini kacau, ada gereja-gereja yang hanya menghormati orang-orang yang membawa persembahan yang besar.

—o0o—

Yang TUHAN hormati kedua adalah pernikahan.

Kita akan melihat hal kedua yang dihormati TUHAN dari Kitab Maleakhi.

Dan inilah yang kedua yang kamu lakukan: Kamu menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan dan rintihan, oleh karena Ia tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerimanya dari tanganmu. (Maleakhi 2:13)

Sebenarnya hal yang mengerikan kalau TUHAN tidak lagi berpaling kepada persembahan dan tidak berkenan menerima persembahan yang kita bawa kepada-Nya.

Mengapa?

Karena dampaknya akan mengeringkan kehidupan kita!

Tetapi, kamu mencucurkan air mata ke atas mezbah karena TUHAN tidak lagi memperhatikan persembahanmu, dan kamu tidak lagi menerima berkat-berkat dari Dia. (Maleakhi 2:13, FAYH)

Terjemahan FAYH menjelaskan tentang mezbah di mana TUHAN tidak lagi memperhatikan persembahan yang kita bawa.

Itu sangat mengerikan!

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan istri seperjanjianmu. (Maleakhi 2:14)

Karena tidak setia dalam pernikahan!

Akan tetapi kamu berkata, “Oleh karena apa?

“Oleh karena YAHWEH telah menjadi saksi di antara engkau dan istri masa mudamu yang kepadanya engkau telah berbuat khianat, padahal ia adalah pasanganmu dan istri perjanjianmu.” (Maleakhi 2:14, ILT3)

TUHAN yang telah menjadi saksi pernikahan.

Dan Dia tidak membuat hanya satu, malah padanya ada sisa roh. Sebab, bagaimana yang hanya satu itu dapat mengupayakan keturunan ilahi?

Jadi, agar kamu terpelihara dalam rohmu, janganlah berbuat khianat terhadap istri masa mudamu! (Maleakhi 2:15, ILT3)

Perintah TUHAN itu jelas, yaitu ‘setialah kepada istri masa mudamu!’

Sebab, “Dia membenci perceraian,” YAHWEH, Elohim Israel berfirman. “Dan orang yang menutupi kekerasan dengan pakaiannya,” YAHWEH Tsebaot berfirman. Demikianlah kamu telah dijaga dalam rohmu agar kamu tidak berbuat khianat. (Malekhi 2:16, ILT3)

Terjemahan FAYH sangat jelas dan sangat tegas.

TUHAN, Allah orang Israel, telah berfirman bahwa Ia membenci perceraian dan orang-orang yang kejam terhadap istri mereka. Karena itu, kendalikanlah nafsu berahimu – jangan ada di antara kamu yang menceraikan istrinya. (Maleakhi 2:13-16, FAYH)

TUHAN membenci perceraian dan orang-orang yang kejam terhadap istri mereka!

Malulah terhadap perkataan TUHAN yang mengatakan, Kendalikanlah nafsu berahimu!

Keterangan: Artikel ini diambil dari buku ‘MENGALAMI PROMOSI ILAHI’. ***