30. URUSLAH HATI ANDA DI HADAPAN TUHAN

URUSLAH HATI ANDA DI HADAPAN TUHAN

Kalau Wasti adalah seorang ratu yang mempunyai acara sendiri, dan tidak mengenali hati suaminya, tetapi Ester, ketika ia menjadi ratu, ia mengerti bagaimana memikat hati raja dan selalu menjadi seorang yang mengutamakan rajanya, sehingga ketika Ester menghadap raja pada saat di mana raja tidak memanggilnya, Ester menerima uluran tongkat raja kepadanya.

Pada hari yang ketiga Ester mengenakan pakaian ratu, lalu berdirilah ia di pelataran dalam istana raja, tepat di depan istana raja. Raja bersemayam di atas takhta kerajaan di dalam istana, berhadapan dengan pintu istana itu.

Ketika raja melihat Ester, sang ratu, berdiri di pelataran, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya ke arah Ester, lalu mendekatlah Ester dan menyentuh ujung tongkat itu. (Ester 5:1-2)

Raja tidak bisa menolak permintaan Ester, karena Ester mengerti hati raja, dan selalu memikat hatinya, sehingga apa saja yang diminta Ester, hati raja luluh dan tidak kuasa untuk menolak permintaan Ester.

Karena Ester telah menjadi favorit raja.

Tetapi hal yang utama dari kehidupan Ester adalah di mana hatinya sanggup mengubah favor menjadi favorit.

Sementara Wasti tidak mengerti hati suaminya dan tidak mengutamakannya.

Akibatnya Wasti terbuang karena menolak perintah raja, tetapi Ester mendapat uluran tongkat raja.

—o0o—

Itu semua karena didikan Mordekhai, dan pengaturan Hegai yang mengatur urutan Ester sehingga mengatur moment dengan tepat, mengatur gaun yang sesuai dengan kesukaan raja, dan mengatur cara-cara yang membuat raja terpikat kepadanya.

Tetapi di sisi lain, Ester mempunyai hati yang mudah diajar, mudah dididik, dan hati yang menyerap pelajaran yang membuat Ester mampu mengikuti semua instruksi Hegai.

Ujungnya Ester mampu mengubah favor menjadi favorit!

Dan itulah yang menyebabkan Ester menimbulkan kasih sayang Hegai.

BUKAN SAJA SANGAT BAIK PADA PEMANDANGAN HEGAI, TETAPI JUGA MENIMBULKAN KASIH SAYANGNYA.

Maka gadis itu sangat baik pada pemandangannya dan menimbulkan kasih sayangnya, … (Ester 2:10a)

Ketika Hegai bertemu Ester, pertemuan itu menimbulkan kasih sayangnya terhadap Ester.

Mengapa hal itu terjadi?

Karena itu berbicara tentang kualitas hati!

Kualitas hati yang terbentuk dalam penyembahan!

Kualitas hati yang dibangun dari mezbah di hadapan TUHAN!

Dan kualitas hati yang diintervensi Roh Kudus sehingga menjadi lembut dan penuh dengan kadar-Nya.

KEKRISTENAN SEJATI

Sekarang ini, tidak banyak gereja yang ditemukan ‘sangat baik menurut pandangan-Nya’.

Mengapa?

Karena banyak gereja yang terlalu sibuk dengan acara dan program, sehingga mereka lebih sibuk mengejar kesukaan terhadap materi dan mengajar jemaat mencintai harta, serta mengabaikan hati-Nya.

Bukan lagi mengutamakan TUHAN!

Tidak lagi memberi hati untuk diintervensi oleh Roh-Nya.

Dan tidak ada space bagi Roh-Nya untuk bekerja di hati jemaat-Nya.

—o0o—

Sekarang ini sedang terbentuk ‘gereja tanpa Kristus’!

Seluruh aktivitas pelayanan bukan mengarah kepada-Nya.

Karena pusat pelayanan itu bukan kepada Kristus.

Lalu kepada apa?

Kepada kesuksesan!

Dan kesuksesan yang mengandung bau kedagingan dan keduniawian!

Hal itu sebenarnya ‘api asing’ yang menjijikkan di hadapan-Nya.

Mengapa?

Karena kesuksesan yang mereka maksud adalah tentang pencapaian, tetapi kesuksesan sejati itu bukan tentang pencapaian, bukan tentang kita yang mencapainya, tetapi tentang bagaimana hati kita bisa menangkap untuk melakukan pekerjaan-Nya dengan benar dan tepat di hadapan-Nya.

Juga kesuksesan itu bukan tentang melekat kepada harta, tetapi tentang melekat kepada kehendak-Nya.

—o0o—

Ketika hal itu terjadi, Roh Kudus berduka, Roh Kudus tidak betah tinggal di antara jemaat yang tidak tertuju kepada-Nya, dan akhirnya Roh Kudus meninggalkan mereka.

Ketika Roh Kudus meninggalkan mereka, secara fisik dan secara aktivitas gereja tetap berjalan dengan baik, tetapi anehnya, tidak ada seorang pun yang merasakan kehilangan-Nya.

Mengapa?

Karena banyak gereja yang tidak mengenal Roh Kudus, tidak bergaul dengan Roh Kudus, dan tidak mempunyai pengalaman tenggelam dalam hadirat-Nya.

Banyak gereja sekarang ini miskin hadirat TUHAN.

Dan mereka ‘berdebu’, karena telah ditinggalkan-Nya.

—o0o—

Ketika saya melayani di gereja lokal di Jakarta, saya merasakan roh gereja ini dingin dan orang-orang yang di dalamnya tidak menyukai hal-hal dari TUHAN.

Sekalipun sesi pujian dan penyembahan begitu meriah karena di panggung itu banyak pemain musik dengan berbagai alat musik, tetapi kondisi gereja itu ‘dingin’ dan ‘berdebu’.

Yang saya maksud ‘dingin’ itu adalah tanpa jamahan Roh Kudus, dan yang saya maksud ‘berdebu’ itu adalah tanpa kehadiran-Nya.

Saya malas sekali untuk memuji TUHAN, juga malas sekali untuk berkhotbah.

Hanya sekali-kali saja bertepuk tangan ketika gembala setempat yang duduk di sebelah saya melihat saya, maka saya ya bertepuk tangan sedikit.

—o0o—

Sekarang ini, bermunculan ‘gereja tanpa Kristus’.

Hal ini berarti gereja tanpa hadirat TUHAN, dan gereja dengan kebenaran yang menyukakan telinga jemaat, dan bukan kebenaran yang TUHAN mau sampaikan kepada jemaat.

Itu adalah ‘gereja duniawi’!

Gereja duniawi’ tidak berpusat kepada Yesus, tidak mengasihi Yesus, tidak hidup di jalan-jalan-Nya.

Jangankan melakukan kehendak Bapa Surgawi, sebetulnya gereja itu telah menggabungkan kehidupan rohani dengan kedagingan dan keduniawian!

Sangat mengerikan!

Karena tidak pernah membahas dosa, padahal ada dosa-dosa yang begitu tampak di dalam jemaat itu.

DI SAAT PENTING INI, URUSLAH HATI ANDA DENGAN BENAR

Saat ini, hal terpenting yang harus terjadi di dalam hati Anda adalah Roh Kudus menjamah dan menempelak, supaya setiap kita tidak keluar dari jalan-jalan-Nya, dan supaya kita mengerjakan kehendak Bapa Surgawi.

Karena itu, siapkan hati Anda menjadi tanah yang subur bagi-Nya.

Itu artinya, Roh-Nya akan membajak hati Anda dan mengeluarkan kekerasan seperti batu atau bonggol yang berada di dalam tanah hati Anda.

Biarkan Roh Kudus mengubah hati Anda menjadi hati yang menyembah.

Sekarang ini banyak jemaat yang hatinya penuh dengan teori, karena mereka terlalu banyak mendengar khotbah, tetapi khotbah yang mereka dengar itu hanyalah khotbah-khotbah yang bersifat humanisme dan materialisme.

—o0o—

Biarlah hati Anda ditemukan Roh Kudus sebagai hati yang terus mengeluarkan keharuman yang menyukakan hati-Nya, sekalipun diperhadapkan dengan berbagai masalah, tetapi penyembahan Anda tidak padam, melainkan tetap menyala indah di hadapan-Nya.

Artikel ini diambil dari buku ‘MENGALAMI PROMOSI ILAHI’. ***