28. KETIKA KESALAHAN SEPELE MENJADI KESALAHAN YANG SERIUS
KETIKA KESALAHAN SEPELE MENJADI KESALAHAN YANG SERIUS

Gadis-gadis bodoh itu tersenyum karena mereka mendapatkan minyak sekalipun di waktu yang tidak tepat.
“Ternyata mudah membeli minyak sebanyak ini, sebelumnya kita kira akan sulit!”
“Ngapain membawa buli-buli berisi cadangan minyak kalau mendapatkan minyak itu tidak sesulit yang kita bayangkan!” kata salah seorang dari gadis-gadis bodoh itu.
“Hooh! Buat apa repot-repot membawa buli-buli berisi minyak cadangan?” kata yang lainnya sambil terbahak-bahak.
Sekalipun mereka mendapatkan minyak untuk pelita mereka, bahkan mereka pun membawa buli-buli berisi cadangan minyak, tetapi hal penting yang harus menjadi perhatian utama mereka, “Apakah mereka dapat masuk ke ruang pesta?”
Kenyataan yang mengagetkan terjadi pada mereka. Dan kenyataan itu menggentarkan hati mereka.
“Apa?”
Mereka tidak dapat masuk ke ruang pesta sekalipun mereka adalah penyambut mempelai pria.
JANGAN KEHILANGAN WAKTU YANG PENTING!
Kalau gadis-gadis bodoh itu berpikir bahwa mereka mempunyai waktu untuk mendapatkan minyak di saat yang mepet-mepet begitu, maka mereka akan menyesal.
“Mengapa?”
Karena perhitungan mereka meleset. Mereka tidak mempunyai waktu untuk kembali ke posisi yang seharusnya tidak boleh ditinggalkan!
—o0o—
Setelah mereka mendapatkan minyak, mereka bergegas ke tempat penyambutan mempelai.
“Mepet-mepet gini, tapi untungnya kita masih mendapatkan minyak? Bayangkan apa yang terjadi bila si tukang minyak itu tidak membukakan pintu bagi kita, wuih … serem banget, pasti kita tidak dapat masuk ke ruang pesta! Sekarang masalah kekurangan minyak sudah teratasi!” kata salah satu dari gadis-gadis bodoh itu.
“Ayo cepat, sebentar lagi mempelai pria datang!”
Mereka bangga mendapatkan minyak di saat yang mepet, tetapi ketika mereka tiba di lokasi penyambutan mempelai.
Mereka menyadari ada sesuatu yang ganjil, tetapi mereka masih berusaha membohongi diri mereka sendiri.
“Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap kami!”
“Tenang, semuanya akan aman, dan kita akan baik-baik saja. Lagi pula, kita adalah orang-orang yang dipilih untuk menjadi penyambut mempelai pria!”
“Kita akan segera masuk ke dalam pesta yang telah disiapkan!”
—o0o—
Setiba mereka di lokasi penyambutan mempelai pria, mereka tidak menemukan seorangpun.
“Koq sepi ya? Mana teman-teman kita?” tanya mereka sambil memandang satu sama lain.
Serentak mereka bergegas ke ruang pesta, tetapi mereka tidak menemukan seorangpun.
Mereka menuju pintu yang telah tertutup. Ketika mereka berusaha membuka pintu itu, ternyata tidak bisa karena pintu telah dikunci dari dalam.
“Tuan, bukakan kami pintu!”
“Tuan, tolong bukakan kami pintu!”
“Kami ini adalah orang-orang yang harus masuk ke dalam pesta, karena kami ini adalah gadis-gadis penyambut mempelai pria!”
“Tolong, bukakan kami pintu!” mereka mengetuk-ngetuk pintu.
Setelah lama mereka mengetuk pintu, mereka mulai menyadari bahwa mereka tidak dapat memasuki ruang pesta.
—o0o—
Gadis-gadis bodoh itu menyadari kesalahan terbesar mereka berasal dari masalah sepele, yaitu mengabaikan hal-hal utama di hadapan TUHAN.
Tidak mempersiapkan minyak itu merupakan urusan yang serius!
Ya!
Makanya jangan sibuk mempercantik pelita!
—o0o—
Yang harus Anda tanamkan di dalam hati Anda adalah ‘keindahan bentuk pelita’ tanpa minyak tidaklah berguna.
Di hari-hari terakhir ini, jangan mengutamakan ‘keindahan bentuk pelita’!
Ada pelayanan ‘pelita’ dan ada pelayanan yang ‘mengeluarkan minyak’.
Siapa yang mengutamakan pelayanan ‘keindahan bentuk pelita’, akan mengabaikan ‘pelayanan yang mengeluarkan minyak’. Dan sebaliknya, siapa yang mengutamakan ‘pelayanan yang mengeluarkan minyak’, akan mengabaikan pelayanan ‘keindahan bentuk pelita’.
Sekalipun bentuk pelita sederhana, tetapi yang TUHAN sukai adalah pelita itu tetap menyala.
“Mengapa?”
Karena pelayanan yang ‘mengeluarkan minyak’ itu fokus kepada hati-Nya.
STATUS PELAYANAN TIDAK MENJAMIN
Gadis-gadis bodoh itu tidak pernah menyangka kalau status mereka sebagai penyambut mempelai pria tidak menjamin mereka bisa masuk ke ruang pesta.
Demikian pula dengan status pelayanan kita dalam pelayanan kita masing-masing. Lihat saja, kenyataan yang tidak bisa dibantah, gadis-gadis bodoh dengan statusnya, mereka tidak dapat memasuki pesta!
URUSAN SERIUS DI HARI-HARI TERAKHIR INI ADALAH URUSAN HATI
Urusan serius di hari-hari terakhir ini adalah urusan hati, bukan urusan berkat materi.
Hati jemaat banyak yang menyimpang karena sering diiming-imingi berkat materi.
Pengajaran yang sering mengiming-imingi berkat materi itu adalah ‘Injil Kemakmuran’.
Pengajaran ini mengarahkan hati jemaat bukan kepada TUHAN, tetapi berkat-Nya.
Pengajaran ini mendorong hati jemaat kepada pengertian yang menyesatkan yang mengatakan, “mereka yang diberkati adalah mereka yang berkenan kepada TUHAN”.
Dan pengajaran ini membuat jemaat mempunyai kecenderungan hati yang inginnya serba cespleng, serba diberkati, dan serba lancar.
Pengajaran itu menyebabkan hati jemaat lebih fokus kepada berkat-Nya, dan bukan kepada hati-Nya. ***
Artikel ini diambil dari buku ‘JANGAN PADAM PELITAMU!’. ***
