24. KONDISI HATI KITA MENENTUKAN PERJALANAN KEROHANIAN KITA

KONDISI HATI KITA MENENTUKAN PERJALANAN KEROHANIAN KITA

Buku Hati Yang Menghitam

Ketika kegelapan meninggalkan kita’ tidak sama artinya dengan ‘ketika terang meninggalkan kita.’

Yang pertama, mengisyaratkan tentang terang yang muncul dalam kehidupan kita, yang lambat laun terang itu akan mengusir kegelapan, dan akhirnya terang itu akan menaungi kita. Ujungnya kegelapan itu akan meninggalkan kita.

Ketika hal itu terjadi, terang itu akan semakin kentara, semakin terlihat, dan semakin menguasai kita. Namun sebaliknya, ‘ketika terang meninggalkan kita’ hal itu menunjukkan kemunduran dan penurunan yang mengerikan.

Hal itu berarti kegelapan rohani mulai muncul dalam hati kita. Lalu kegelapan rohani itu lambat laun akan menguasai hati kita, dan akhirnya akan menghitamkan kehidupan kita.

Ketika hati Anda menghitam, berarti kegelapan rohani mulai menetes setetes demi setetes ke dalam hati Anda, seperti air bening yang ditetesi tinta hitam sampai akhirnya air bening itu menjadi air hitam.

—o0o—

Hal ini berarti terjadi keterbalikan. Mereka yang hidup dalam gelap menjadi hidup dalam terang, tetapi mereka yang hidup dalam terang berubah menjadi hidup dalam gelap, karena mereka membiarkan kegelapan rohani menguasai hati mereka, dan hal itu membuat hati mereka menghitam.

Sungguh mengerikan kalau hal itu terjadi kepada Anda!

Hati Anda menghitam oleh hal-hal yang menyakitkan, oleh hal-hal yang mengecewakan, oleh hal-hal yang melukai, dan oleh hal-hal yang mematahkan sayap Anda.

—o0o—

Tetapi jujurlah kepada diri sendiri! Semua yang terjadi dalam kehidupan kita itu seperti ombak laut yang menerpa kapal hidup kita.

Selamanya ombak lautan itu akan selalu menerpa apapun dan siapapun yang berada di tengah-tengah mereka. Irama ombak laut itu seringkali menerpa lembut, tetapi kadang menerpa ganas dan tanpa belas kasihan.

Masalahnya bukan seberapa keras ombak itu menerpa hidup kita, tetapi seberapa banyak air laut yang masuk ke dalam kapal hidup kita yang membuat tenggelam.

Yang menyebabkan hati seseorang menghitam itu, seperti air laut yang masuk ke dalam kapal itu. Hati yang menghitam itu bukan karena orang lain pelakunya, tetapi diri kita sendiri yang membiarkan ‘air laut’ masuk ke dalam kapal hidup kita!

—o0o—

Dalam buku ini, saya menuliskan tentang orang-orang yang terbalik.

Mereka yang berada dalam posisi di depan menjadi di belakang, tetapi mereka yang berada di belakang menjadi orang yang di depan.

Mereka yang berada dalam ruang pesta menjadi orang yang tidak dapat masuk dalam ruang pesta, sementara mereka yang tidak berada di ruang pesta menjadi orang yang masuk dalam ruang pesta.

Mereka yang berada dalam kehidupan terang TUHAN menjadi orang yang mengalami kegelapan rohani, tetapi mereka yang hidup dalam gelap menjadi orang yang hidup dalam terang.

—o0o—

Biarlah di saat-saat yang menentukan ini, buku ini memantik hati Anda untuk mengambil sikap hati yang mudah ditemukan TUHAN.

Mulailah hidup benar dengan hati yang memilih hal-hal yang benar sekalipun Anda berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan.

Mulailah mengisi tangki hati dengan kebenaran yang muncul dari hati TUHAN, bukan kebenaran palsu yang menina-bobokan.

Dan mulailah isi buli-buli minyak Anda dengan kesungguhan, sebab TUHAN tidak akan menggantikan kesungguhan dengan apapun!

Keterangan: Artikel ini diambil dari buku ‘HATI YANG MENGHITAM’. ***