21. KONDISI ROHANI YANG ‘SUSUT’ DAN ‘SURUT’
KONDISI ROHANI YANG ‘SUSUT’ DAN ‘SURUT’

Pertahankanlah kualitas dan kapasitas hati Anda supaya apa yang tumbuh dan keluar dari hati Anda terus menjadi kesukaan-Nya.
[SteHe]
“Apa artinya kondisi rohani yang ‘susut’?”
‘Susut’ itu artinya ‘mengecil’.
‘Susut’ itu lawan kata dari ‘ekspansi’, yang berarti ‘diperluas dan diperbesar’.
Jadi, bila kondisi rohani seseorang mengalami penyusutan, itu artinya ruang gerak dalam hidupnya mulai mengecil, area kehidupan dan pelayanannya mulai mengecil, dan dampak rohani yang keluar dari hati dan hidupnya kepada banyak orang pun mulai berkurang karena mengecil.
“Lalu, apa artinya kondisi rohani yang ‘surut’?”
‘Surut’ itu artinya ‘menurun’.
‘Surut’ itu lawan kata dari ‘menaik’.
Seperti air dalam kolam, jika surut, berarti terjadi penurunan dan hal itu menunjukkan adanya kebocoran.
Jadi, bila kondisi rohani seseorang berada dalam kondisi rohani yang surut, itu artinya ruang gerak hidupnya telah menurun, perjalanan kehidupan yang ditempuhnya mulai melemah karena menurunnya stamina, dan dampak rohani yang keluar dari hati dan hidupnya kepada banyak orang tidak seperti sebelumnya, sebab telah terjadi penurunan, telah berkurang bobot pengurapannya, dan telah berkurang suplai rohaninya. Itu semua karena ‘surut’, hingga akhirnya kosong.
—o0o—
Adalah hal yang mengerikan bila di saat-saat yang menentukan ini kehidupan Anda mengalami kondisi rohani yang ‘susut’ dan ‘surut’!
Karena itu, jagalah pemakaian TUHAN dalam hidup Anda!
Pertahankanlah kualitas dan kapasitas hati Anda supaya apa yang tumbuh dan keluar dari hati Anda terus menjadi kesukaan-Nya.
Jangan berubah setia!
Jagalah hati Anda supaya jangan merusak apa yang sedang TUHAN bangun dalam manusia batiniah Anda!
Kejarlah perkenanan hati TUHAN!
Bangunlah stamina rohani Anda, sehingga manusia batiniah Anda menjadi kokoh, stabil, lembut, subur dan senantiasa mengeluarkan keharuman di hadapan-Nya.
—o0o—
Sungguh mengerikan bila kita menjadi orang-orang yang bekas dipakai TUHAN!
Sungguh menyedihkan bila kehidupan pelayanan kita mengalami kondisi rohani yang ‘susut’ dan ‘surut’!
Karena itu, jangan ‘belagu’ di hadapan TUHAN!
Jangan mentang-mentang dipakai TUHAN, lalu mengabaikan hal-hal yang utama dan tertarik kepada hal-hal yang sekedar make-up, sepuhan, atau mengejar penampilan di depan banyak orang.
“Apa artinya ‘belagu’ itu?”
‘Belagu’ itu artinya sok merasa dipakai TUHAN, sehingga mulai menggampangkan sesuatu yang penting, dan mulai tidak bergantung lagi kepada anugerah-Nya.
Orang-orang ini biasanya mulai mengandalkan kemampuan manusiawi, bergantung kepada pengurapan yang sudah mulai basi, dan meng-copy-paste-kan pengajaran orang lain!
—o0o—
Ketika kondisi rohani seseorang mulai ‘susut’ dan ‘surut’, kesadaran akan ‘susut’ dan ‘surut’ itu mulai terasa.
“Mengapa?”
Karena mulai melemah stamina rohaninya, dan berkurang pengurapan yang biasa mengalir dalam hidupnya.
Dan biasanya pergerakan hatinya akan berusaha untuk menutupinya dengan kemampuan alamiahnya dan mulai mengandalkan pengalamannya dalam berkhotbah dan mengajar jemaat.
Namun khotbah-khotbah yang disampaikan itu terasa kering dan kosong seperti sekam.
Tak ada kehidupan!
Bila seseorang telah berada dalam kondisi rohani yang seperti itu, barulah mengerti betapa bodohnya berlagak ‘belagu’ di hadapan TUHAN.
Karena itu, hal yang penting hidup di hari-hari terakhir ini adalah pemakaian TUHAN yang semakin nyata dan semakin kuat!
Jangan ‘belagu’, sehingga TUHAN dapat bergerak bebas dalam hidup Anda.
Jangan ‘belagu’, sebab orang ‘belagu’ di hadapan-Nya merupakan orang yang melakukan kebodohan yang paling bodoh!
KEHIDUPAN YANG DIEKSPANSIKAN TUHAN
“Apa artinya kehidupan yang diekspansikan TUHAN?”
‘Keintiman’ dan ‘kematangan’ merupakan bahan utama untuk memasuki dimensi ‘kehidupan yang diekspansikan TUHAN’.
‘Kehidupan yang diekspansikan TUHAN’ adalah sebuah kehidupan yang dibawa naik oleh TUHAN, sebuah kehidupan yang diperbesar dan diperluas oleh-Nya, sehingga kehidupan itu berada dalam tingkat dipercayai TUHAN untuk mengerjakan apa yang dikandung di dalam hati-Nya.
Di hari-hari terakhir ini, hanya orang-orang yang memasuki tingkat ‘keintiman’ dan ‘kematangan’ yang mampu menaiki tingkat dimensi dan pangkat di hadapan TUHAN!
Keterangan: Artikel ini diambil dari buku ‘PENGAWAL IMPIAN TUHAN’. ***
