49. PEMISAHAN PERTAMA ANTARA ORANG-ORANG YANG MENGUTAMAKAN PELITA DAN ORANG-ORANG YANG MENGUTAMAKAN MINYAK
Kisah perumpamaan tentang ‘Gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh’ ini merupakan kisah yang akan terjadi di hari-hari terakhir ini, dan dari perumpamaan itu Yesus memberikan penegasan kepada kita tentang pemisahan.

Karena terlihat pemisahan antara gadis-gadis bijaksana dan gadis-gadis bodoh.
Dari kebenaran tentang perumpamaan itu, saya juga menemukan adanya (1) pemisahan antara orang-orang yang mengutamakan pelita dengan orang-orang yang mengutamakan minyak, (2) pemisahan antara orang-orang yang mengisi ‘buli-buli’ hati mereka dengan ‘pelayanan yang mengeluarkan minyak’ dengan orang-orang yang mengabaikan minyak, dan (3) pemisahan antara orang-orang yang siap dengan orang-orang yang tidak siap.
SIAPA YANG MENGUTAMAKAN PELITA DAN SIAPA YANG MENGUTAMAKAN MINYAK
Dalam perumpamaan ini, ada orang yang mengutamakan pelita dan ada orang yang mengutamakan minyak.
“Berbicara tentang apa ‘pelita’ itu?”
‘Pelita’ itu berbicara tentang pelayanan.
Dengan maraknya gereja, banyak orang yang terlibat dan melibatkan diri dalam pelayanan dengan berbagai motivasi dan tujuan.
Ada di antara mereka yang mempunyai motivasi dan tujuan yang murni, tetapi tidak dapat dipungkiri juga banyak yang mempunyai motivasi dan tujuan yang tidak murni, sehingga banyak gereja yang menjadi ajang perebutan kekuasaan, menjadi ajang pamer kekayaan, dan menjadi ajang pamer penampilan.
Hal ini mengubah gereja menjadi ajang persaingan yang kejam dan sadis.
Sebenarnya, ketika itu terjadi hal tersebut menunjukkan adanya orang-orang yang mengutamakan pelita dan mengabaikan minyak.
Hal ini berarti mereka lebih mengutamakan penampilan supaya terlihat keren dalam sorotan lampu panggung gereja, tetapi mengabaikan sorotan Roh Kudus.
—o0o—
Selain persaingan dalam gedung gereja, terjadi pula persaingan antar gereja.
Dalam persaingan gereja semuanya mengarah kepada kenyamanan jemaat, mulai dari kursi yang enak diduduki, ruangan yang keren dan ber-AC, dekorasi panggung beserta aksesorisnya dan lampu warna warni yang membuat sempurnanya panggung gereja. Ditambah layar besar yang mampu menghadirkan suasana ‘surga’ berupa tayangan video seperti taman yang hijau, dengan bunga beraneka ragam warna, air terjun yang deras, bahkan awan-awan yang menawan.
Para pemimpin pelayanan beranggapan, dengan berubahnya panggung gereja akan menyedot jemaat dari gereja lain, minimal lebih menarik dari gereja sebelah.
Karena itu, banyak pemimpin pelayanan berusaha menyulap panggungnya menjadi gereja modern.
Belum lagi istilah ‘kanibalisme gereja’ terjadi, ketika ada masalah dalam gereja ‘X’, maka jemaat dari gereja itu akan hijrah ke beberapa gereja.
Yang sadis, serangan-serangan untuk mencaplok gereja, sehingga jemaat gereja yang dicaplok akan tersisa sedikit atau habis tak bersisa.
—o0o—
Hal penting yang harus kita perhatikan!
Sorotan Roh Kudus bukan kepada penampilan, bukan kepada panggung gereja, bukan kepada nyamannya duduk di kursi jemaat, tetapi kepada apa yang ada di dalam hati kita.
Sorotan Roh Kudus mengarah kepada ketidakberesan dan ketidakbenaran di dalam hati kita.
—o0o—
Setiap kali seseorang memberikan hati kepada-Nya, maka sorotan-Nya tertuju pada ‘tempat tersembunyi yang kotor’ di dalam hati kita.
Tempat yang menjadi incaran-Nya yang pertama dan terutama adalah sisi gelap dan hitam hati kita.
“Mengapa?”
Karena ketika seseorang menyerahkan diri kepada TUHAN dan mengambil komitmen untuk melayani-Nya, maka ia harus mengalami pelayanan di tempat tersembunyi.
“Apa arti pelayanan di tempat tersembunyi?”
Sebuah pelayanan yang TUHAN kerjakan sendiri.
Dengan tujuan untuk menyelesaikan banyak hal yang ada di dalam hati kita, supaya ketidakbenaran dan ketidakberesan tidak bercampur dengan kemurnian, ketulusan, dan pengabdian. Supaya ketidakbenaran dan ketidakberesan tidak merusak pekerjaan-Nya di dalam hati kita.
Intinya, kedagingan dan keduniawian akan menyebabkan kemelencengan yang merusak banyak hal di dalam hati kita. Dan itu yang menjadi incaran TUHAN.
—o0o—
Selama ada tempat kotor di dalam hati kita, tempat yang menyimpan ketidakbenaran dan ketidakberesan, dan tempat yang membuat kita malu bila diketahui oleh orang lain, maka kecenderungan kita adalah berusaha untuk menyepuhnya supaya terlihat baik di mata banyak orang.
Tetapi ketika kita memberikan hati kita untuk mengalami pelayanan di tempat tersembunyi, maka TUHAN akan bergerak ke dalam hati kita, dan akan menyingkirkan semua sepuhan, terutama menyelesaikan ketidakbenaran dan ketidakberesan di dalam hati kita. ***
Artikel ini diambil dari buku ‘Siapkan Minyak untuk Pelitamu!’
